HEADLINE NEWS

Kategori

Ahli : Terdakwa Diduga Melakukan Penipuan, Tidak Batalkan Perjanjian Jual Beli Perkara Penipuan 3 M.

       JPU sedang membacakan keterangan Ahli dipersidangan


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 06/01/2021.

  Dr. Alpi Sahari SH. MHum Dosen UMSU memberikan keterangan didalam BAP yang keterangannya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan dari Kejati Sumut didepan persidangan mengatakan, " Bahwa perjanjian jual beli antara G. Jonson ( pemilik rumah) dan Samsuri ( terdakwa) selaku pembeli dituangkan dalam akta perjanjian dinotaris Minarny theh, SH, Spn. Sebelum dibatalkan masih berlaku, " ucap Ahli diruang sidang Cakra 3 Pengadilan Negeri ( PN), Rabu ( 06/01/2021).

                  Terdakwa Samsuri

   " Sebab setelah melakukan perjanjian jual beli dinotaris tersebut disertai dengan pembayaran panjar sebesar Rp,- 650 juta dari pembeli. Perjanjian jual beli tersebut telah terlaksana dan sah. Jadi apabila salah satu pihak minta perjanjian itu dibatalkan dengan memberikan kompensasi dan telah diterima oleh pihak lain. Artinya telah menyetujui akan pembatalan akta perjanjian tersebut.

   Apabila salah satu pihak tidak memenuhinya, maka pihak tersebut diduga melakukan perbuatan penipuan, " papar Dosen UMSU ini yang dibacakan JPU didepan majelis hakim dan Penasehat hukum terdakwa Samsuri yakni, Marihot SH.

   "Sebab pihak yang telah mendapatkan kompensasi berupa ganti rugi dari pihak penjual seharusnya pihak pembeli harus membatalkan. Namun tidak melakukan pembatalan perjanjian jual beli tersebut," Pungkas Ahli.

   Setelah mendengarkan keterangan Ahli tersebut majelis hakim meminta JPU melanjutkan pemeriksaan terhadap terdakwa Samsuri.

   Terdakwa mengakui pernah di BAP penyidik. Terdakwa juga mengakui ada membuat perjanjian dengan G Jonson dikantor notaris tahun 2013. Menurut Samsuri perjanjian jual beli tanah dan bangunan itu disepakati dengan harga senilai Rp,- 1,2 M. 

   Samsuri juga mengakui Perjanjian jual beli itu dibuat dikantor notaris yang hadir terdakwa dan G Jonson. Selanjutnya Samsuri menyerahkan uang panjar 650 juta kepada G Jonson. Seingat terdakwa dilaksanakan di tahun 2016.

   Kemudian terdakwa mendengar ada pihak lain membeli tanah dan bangunan tersebut dengan harga bertambah jadi 1,5 M. Antara G Jonson dengan Lamidi Laidin. Samsuri sebelumnya mengetahui harga pasaran dilokasi rumah yang telah dipanjarinya sekitar 6 M. 

   Selanjutnya Samsuri melaporkan jual beli tersebut ke pihak yang berwajib. Kemudian Samsuri dihubungi melalui Lamidi untuk mengganti rugi panjar serta kompensasi kepada Samsuri senilai Rp,- 3 M oleh Antoni. 

   Namun Samsuri tidak tahu uang siapa senilai 3 miliyar yang diterimanya dari Lamidi. Terdakwa mengakui ada Lamidi menyerahkan uang tersebut pada dirinya ( terdakwa Samsuri- red). Sedangkan Surat pernyataan Terdakwa yang diperlihatkan JPU kepada majelis hakim itu dibuat Lamidi.

   Dikatakan Terdakwa Surat pernyataan itu merupakan kesepakatan terdakwa dengan Lamidi. Terdakwa juga mengakui sudah ada pembatalan surat perjanjian jual beli itu dikantor polisi.Terdakwa menerangkan juga, "bahwa yang menguasai tanah bangunan rumah tersebut adalah Lamidi dan sertifikat sampai saat ini terdakwa tidak tahu terbit atas nama siapa dan keberadaannya, " Ungkap Samsuri. 

   Usai memberi keterangan sebagai terdakwa, JPU memperlihatkan surat pernyataan kepada terdakwa Samsuri didepan majelis hakim. Terdakwa mengakui surat pernyataan dirinya, namun itu dibuat Lamidi," jelasnya pada JPU. 

   Usai mendengarkan keterangan Ahli dan Terdakwa majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong dibantu dua hakim anggota menunda persidangan Rabu depan untuk pembacaan tuntutan.( Apri )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *