HEADLINE NEWS

Kategori

3 Warga Banda Aceh Divonis 15 Tahun Penjara, Sebagai Perantara Jual Beli Sabu.

Hakim Ketua Denny Lumbantobing Membacakan Putusan Terhadap 3 Terdakwa


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 13/01/2021.

    Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa, Pandu Apriansyah alias Pandu, Peran Antoni alias Anton dan Al Ari Fubillah alias Arif dengan hukuman penjara 15 tahun penjara denda Rp,- 1 miliyar Subsider 6 bulan penjara. Vonis tersebut dibacakan hakim ketua diruang sidang Cakra 4 secara Vidio call dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Anita dari Kejati Sumut dan Penasehat hukum Para terdakwa yakni Vera serta terdakwa., Rabu ( 13/1/2021)

   Dalam amar putusannya majelis hakim yang di ketuai Denny L umbantobing menyatakan para terdakwa bersalah melakukan perantara Jual Beli Narkotika jenis Sabu seberat 4 Kg. Sehingga majelis hakim meyakini Perbuatan para terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1)  UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

   Hal yang memberatkan para terdakwa tidak mengikuti program pemerintah dalam memberantas narkoba. Meringankan para terdakwa tidak mempersulit jalannya persidangan. Selain itu majelis hakim juga menyatakan barang bukti berupa narkotika jenis ganja seberat 4 kilo gram dimusnahkan. Sedangkan dua kenderaan Bermotor roda empat yakni, mobil Daihatsu dan Toyota Fortuner dengan No.Polisi B 1467 NLS warna Silver Metalik dan lima unit hp dirampas untuk negara. 

   Vonis majelis tersebut sama ( comprom) dengan tuntutan pidana JPU yang dibacakan oleh Anita pada persidangan yang lalu.

   Sebelumnya dalam dakwaan JPU diterangkan Bahwa terdakwa Pandu Apriansyah als Pandu, bersama dengan saksi Al Ari Fubillah als Arif , pada hari Kamis tanggal 16 April 2020  sekira pukul  15.30 wib  di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh Desa Sei Sirah Kec. Sei Besitang Kab. Langkat permufakatan jahat untuk melakukan tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika  Golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5(lima) gram”.

   Keterangan tersebut didapatkan saksi Yudha Nasution,SH informasi dari Informan yang terpercaya, yang menerangkan bahwa pelaku pengedar Narkotika jenis sabu dari Banda Aceh melintasi wilayah hukum Polda Sumatera Utara yang diketahui bernama Fery Yadi als Feri (telah meninggal dunia) bersama dengan saksi Pran Antoni Als Anton (berkas terpisah), saksi Al Ari Fubillah als Arif (berkas terpisah) dan terdakwa Pandu Afriansyah als Pandu  dengan mengendarai 2 (dua) unit kendaraan bermotor roda empat (mobil).

   Informen juga menerangkan ciri-ciri fisik pelaku dan identitas 2 (dua) unit mobil yang digunakan para pelaku, berdasarkan informasi tersebut para saksi melakukan penyelidikan atas kebenaran informasi tersebut, dan saat itulah pada hari Kamis tanggal 16 April 2020 sekira pukul 15.30 wib di Jalan Lintas Medan Banda Aceh Desa Sei Sirah Kec. Besitang Kab Langkat tepatnya di sebuah Cafe Mangrov 288. Saat itu para saksi Polisi melihat ada Fery Yadi als Feri (telah meninggal dunia) bersama dengan saksi Pran Antoni Als Anton (berkas terpisah), saksi Al Ari Fubillah als Arif (berkas terpisah) dan terdakwa Pandu Afriansyah als Pandu sesuai dengan ciri-ciri fisik yang dikatakan informan, memerintahkan pada Fery Yadi als Feri (telah meninggal dunia) bersama dengan saksi Pran Antoni Als Anton (berkas terpisah), saksi Al Ari Fubillah als Arif (berkas terpisah) dan terdakwa Pandu Afriansyah als Pandu untuk tidak bergerak dan tiarap ditempant masing-masing.

   Lalu para saksi Polisi memeriksa identitas para tersangka. Kemudian saksi Polisi melakukan pemeriksaan terhadap Feri Yadi als Feri mengakui bahwa ada dirinya bersama dengan saksi Pran Antoni als Anton, saksi Al Ari Fubilah als Arif dan terdakwa Pandu Apriansyah als Pandu ada membawa dan menyimpan Narkotika jenis sabu seberat 4000gram netto di dalam mobil Toyota Fortuner dengan No.Polisi B 1467 NLS warna Silver Metalik, 

   Setelah itu para saksi Polisi menyuruh Feri membuka pintu mobil fortuner dengan kunci yang dipegangnya, lalu para saksi Polisi melihat benar didalam mobil tersebut ada 4 bungkus Narkotika jenis sabu  yang dibungkus dengan plastik warna silver bertuliskan gayo Coffee Aceh Robusta didalam tas sandang merk Leaper diletakkan di bangku jok belakang.

   Selanjutnya  para saksi Polisi melakukan penangkapan terhadap Fery(telah meninggal dunia) bersama dengan saksi Pran Antoni Als Anton (berkas terpisah), saksi Al Ari Fubillah als Arif (berkas terpisah) dan terdakwa Pandu Afriansyah als Pandu, pada saat penangkapan para saksi Polisi telah menyita barang bukti berupa 4 bungkus Narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik warna silver yang bertuliskan GAYO COFFEE ACEH ROBUSTA.

   Setelah mengamankan para terdakwa Fery Yadi mengatakan masih akan menerima 1 kilogram narkotika jenis shabu di Simpang Jalan Megawati Binjai, atas informasi tersebut dilakukan pengembangan dengan cara membawa Fery Yadi ke Simpang Jalan Megawati Binjai dan sewaktu menunggu narkotika jenis shabu tersebut diantarkan ke  Simpang Jalan Megawati Binjai Fery Yadi berusaha melarikan diri dengan mencoba merebut senjat petugas kepolisian, sehingga petugas kepolisian mengambil tindakan tegas dan terukur sehingga Fery Yadi meninggal dunia. 

   Akhirnya para saksi polisi  membawa Pran Antoni als Anton, Al Ari Fubilah als Arif dan saksi Pandu Apriansyah als Pandu beserta barang bukti ke  kantor Ditresnarkoba Polda Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *