HEADLINE NEWS

Kategori

Warga Sipil VS ASN



DENPASAR  |  kabar24jam.com 

Jumat, 18/12/2020.

    Michael William Ramschie (35) seorang Dokter berstatus ASN dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertugas di RSUP Sanglah, Denpasar Bali, didakwa telah melakukan perselingkuhan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istrinya Visit Ida Rahayu.

   Seperti diketahui bahwa Selasa (15/12/20) telah dilaksanakan persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, dengan agenda sidang berisi pembacaan keputusan terhadap terdakwa Michael. 

   Dalam sidang keputusan ini, Hakim Ketua Gede Astawa membacakan bahwa terdakwa Michael dinyatakan bersalah dengan dijatuhi hukum pidana bersyarat, dengan segala pertimbangan bahwa terdakwa berprofesi sebagai Dokter, dimana dimasa pandemi dokter sangat dibutuhkan, terdakwa juga lagi menjalani pendidikan spesialis dan saat ini terdakwa sebagai tulang punggung bagi ke dua anaknya.

   Menanggapi keputusan ini, awak media meminta tanggapan dari Kuasa Hukum Visit Ida Ayu, Kalpin Sitepu, SH, sebagai kuasa hukum Visit, pihaknya tidak terima terdakwa dijatuhi hukum pidana bersyarat, Kalpin beranggapan ini tidak ada keadilan bagi seorang wanita sebagai korban.

   "Tidak ada lagi keadilan bagi seorang wanita, korban KDRT, alasannya saat keterangan si pelapor (Visit. red) menyebutkan bahwa dia diperlihatkan video porno yang dilakukan oleh terdakwa dengan wanita idaman lain (WIL), itu diakui kebenarannya oleh si terdakwa," ujar Kalpin.

   Kalpin juga menjelaskan bahwa si terdakwa mengakui telah menelantarkan Visit saat masih menjadi istrinya. Terdakwa juga menyembunyikan anak- anak dari si istri dan itupun diakui oleh si terdakwa. 

   "Sebenarnya dalam hukum itu alasan pemaaf yang dicari, bukan situasi saat seseorang itu mengambil pendidikan spesialis atau jasanya dibutuhkan," ungkap Kalpin.

   Lanjut Kalpin,”Jasa apa yang dimaksud ? sedangkan terdakwa adalah Dokter Bayi Tabung, jadi ini sangat tidak ada hubungannya dengan pandemi yang ada sekarang (Covid-19. red)," tegasnya 

   “Saat ini terdakwa ini sedang mengikuti pendidikan spesialis, belum jadi Dokter spesialis aja dia sudah melakukan tindak pidana seperti itu, apalagi kalau sudah jadi Dokter Spesialis, mungkin akan lebih arogan, berarti Pengadilan Dan Kejaksaan sedang membiarkan Hak seorang wanita di zholimi," pungkasnya. ( Elly )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *