HEADLINE NEWS

Kategori

Untuk Keadilan "Seorang Ibu" Terdakwa Tanpa Narkotika dituntut 6 Tahun di PN LUBUK PAKAM, Pengacara Minta Dibebaskan



LUBUK PAKAM  |  kabar24jam.com

Selasa, 08/12/2020.

   Demi  memperjuangkan keadilan yang pasti bagi seorang ibu di Deliserdang Sumatera Utara, dua orang pengacara dari terdakwa kasus Narkotika tanpa barang bukti Narkotika dengan tegas menyatakan Sariyanti alias Yanti tidak bersalah dan minta Pengadilan membebaskannya.

   Hal itu di sampaikan Kedua pengacara Sariyanti alias Yanti, M Ardiansyah, SH,MH dan Iwan Wahyudi,SH dari Kantor Hukum M Ardiansyah, SH,MH & Rekan, di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam usai persidangan dengan agenda Jawaban jaksa atas Pledoi Penasehat Hukum terdakwa Sariyanti, Senin 7 Desember 2020 pukul 17.20 WIB.

   Adapun Persidangan berlangsung singkat dimana Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Deliserdang, hanya membacakan jawaban lisan atas Pledoi Penasehat Hukum Sariyanti.

   Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Yanti 6 Tahun Penjara pada persidangan sebelumnya, tidak ada menanggapi Pledoi yang disampaikan M Ardiansyah, SH,MH saat persidang agenda Pembacaan Jawaban JPU kali ini.  JPU hanya menyampaikan tetap pada tuntutannya saat Ketua Majelis Hakim mempersilahkan JPU untuk menanggapi Pledoi Penasihat Hukum Sariyanti.

   Atas jawaban JPU tersebut, M Ardiansyah, SH,MH menyatakan kepada Majelis Hakim tetap pada Pledoinya.

   Saat ditanya tanggapannya usai persidangan, Sariyanti mengatakan kurang puas atas jawaban JPU sembari minta Pengadilan membebaskan dirinya karena tidak bersalah dalam perkara tersebut.

   Bahkan Sariyanti minta keadilan kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk membebaskan dirinya.

   "Jawaban jaksa kurang memuaskan, makanya kita nanti minta keadilan, maunya kita tanggal lima belas nanti dibebaskan karena tidak sesuai pembuktian, kepada Mahkamah agung mohon keadilan yang sebenarnya" Kata Sariyanti dengan wajah kecewanya sambil berjalan menuju Ruang Tahanan sementara Pengadilan Negeri Lubuk Pakam usai persidangan (07/12/2020)

   Atas jawaban lisan JPU tanpa menanggapi Pledoi dari Penasehat Hukum Sariyanti, Iwan Wahyudi,SH mengatakan kalau Sariyanti tidak pantas dijatuhi Hukuman yang disampaikannya dalam nota pledoinya.

   Iwan mengatakan dalam Nota Pledoinya sudah secara jelas dibuatnya dimana dalam fakta persidangan yang terungkap saksi yang diajukan JPU tidak bersesuaian satu dengan lainnya.  Bagi Iwan, Jaksa tidak siap menganggapi pledoinya sehingga JPU hanya menyampaikan lisan kepada Majelis Hakim tetap pada tuntutannya semula.

   "Akan tetapi Jaksa Penuntut Umum tidak ada memberikan tanggapan yang mana sudah diagendakan, mungkin bagi kami terhadap pembelaan itu sudah jelas karena dalam pembelaan kami itu terdapat dua saksi yang tidak bersesuaian, mungkin ketidaksiapannya itulah dia menyampaikan pada persidangan secara lisan tetap pada tuntutan" kata Iwan.

   Kemudian M Ardiansyah,SH,MH, minta Sariyanti dibebaskan karena tidak bersalah seperti dakwaan JPU, Dia mengatakan bahwa persidanganSariyanti tidak terbukti memiliki Norkotika karena barang bukti narkotika disebutnya sama sekali tidak ada.

   Untuk itu, Ardiansyah meminta majelis Hakim agar mengadili perkara tersebut dengan seadil-adilnya berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa.

   "Jelas, barang bukti tidak ada, kami minta agar majelis hakim lebih cermat lebih teliti memeriksa perkara tersebut dan putuskanlah demi keadilan berdasarkan ke Tuhanan yang Maha Esa, kami minta dibebaskan, tidak terbukti, itu aja" Kata Ardiansyah.

   Adapun Sariyanti  (45) warga Deliserdang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Deliserdang atas kepemilikan pipa kaca, pipet, jarum suntik dan mancis, dimana barang bukti utama yakni Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (1) dan 114 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika sama sekali tidak ada di perlihatkan di persidangan.

   Atas kasus tersebut, 2 orang anak  Sariyanti yang masih dibawah umur terancam tidak bisa bersama ibunya jika pengadilan menyatakan Sariyanti bersalah sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

   Harapan Sariyanti kepada Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial Republik Indonesia dirasanya sangat masuk akal jika perkara yang menimpa dirinya dapat diketahui oleh kedua lembaga tersebut.

   Menurutnya, apa yang dialaminya merupakan jebakan karena dia tidak pernah memiliki barang-barang yang disebutkan JPU.

   Bahkan saksi bernama Setiawan yang persis mengetahui peristiwa penangkapan yang telah bersaksi dibawah sumpah di persidangan menerangkan bahwa saat penangkapan, mereka berdua sama-sama ditangkap, dan sebelum Polisi datang Setiawan mengetahui kalau Sariyanti tidak ada memiliki barang yang menjadi barang bukti di persidangan itu.

   Adapun Persidangan selanjutnya akan di gelar di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Selasa yang akan datang (15/12/2020) dengan Agenda Pembacaan Putusan.

Reporter : BERTHON SIREGAR

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *