HEADLINE NEWS

Kategori

Tak Tanggung Jawab Cabuli Wanita Dibawah Umur, Fransen Sihombing Divonis Sangat Ringan16 Bulan



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 15/12/2020.

    Fransen Sihombing (30), warga Desa Suka damai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai diyakini terbukti bersalah dengan bujuk rayu agar mau disetubuhi dengan terdakwa, Kemarin.

   Fakta yang terungkap dipersidangan, majelis hakim diketuai Dahlia Panjaitan, di Cakra6 PN Medan menyatakan, sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU ) dari Kejati Sumut Anwar Ketaren. Pidana Pasal 293 KUHPidana, diyakini telah terbukti.

   Hanya saja terdakwa Fransen dibui cuma 16 bulan penjara. JPU sebelumnya menuntut terdakwa agar dipidana 2 tahun penjara. Sementara ancaman pidana pasal tersebut 5 tahun penjara.

   Menjawab pertanyaan hakim ketua, baik JPU maupun terdakwa yang mengikuti persidangan secara virtual menyatakan pikir-pikir.

   Sementara JPU dalam dakwaannya menguraikan, status terdakwa dengan gadis jelita belia itu berpacaran. Akhir Desember 2019 terdakwa Fransen dengan menggunakan mobil memang diizinkan orang tua korban untuk membawa korban bepergian.

   Setelah minta izin, terdakwa membawa ke rumahnya. Terdakwa tahu keadaan  rumahnya lagi sepi. Melihat posisi rumah sepi, Gadis belia itu ( korban-red)dibawa masuk ke dalam kamar tidur.

   Korban merasa takut , apalagi suasana dirumah terdakwa sepi. Bahkan mereka belum ada ikatan perkawinan resmi, korban menolak untuk masuk ke kamar tidur terdakwa, apa daya dengan dibujuk dan rayuan korban mengikuti terdakwa masuk kamar.

   Tidak sampai disitu saja, terdakwa juga merayu agar korban mau diajak berhubungan badan. Sempat ditolak namun terdakwa tidak menyerah begitu saja. Kemudian terdakwa berjanji akan menikahi korban setelah tamat kuliah.

   "Ayo lah Dek. Abang akan bertanggungjawab. Nanti kalau adek tamat kuliah kita akan nikah,” kata JPU menirukan ucapan terdakwa.

   Walaupun janji - janji dinikahi, korban tetap menolak. Karena terdakwa terus menerus mendesak dan sedikit memaksa mengulangi janjinya akan menikahi. Akhirnya korban masuk perangkap gulungan ombak bujuk rayu sang dambaan hati.

   Sehingga terdakwa langsung dapat menguasai korban dan langsung membaringkan korban diatas tempat tidur dan terjadilah hubungan intim layaknya suami istri.

   Setelah terwujud syahwatnya, terdakwa menggap hal biasa tidak terjadi apa-apa, korban kemudian diantar ke rumah orang tuanya.

   Sepekan berganti, terdakwa kembali menjemput korban dari rumah orang tuanya. Terdakwa tidak menyia - nyiakan kesempatan korban kembali diajak hubungan suami istri hingga berkelanjutan sampai 30 kali.

   Pada saat ditagih janji sang pujaan hati, Terdakwa dengan berrbagai alasan, mengelak dan belum bersedia lanjut ke anak tangga pernikahan. Mendengar bahasa dan menolak untuk berumah tangga, korban memberitahu orang tuanya dan langsung menempuh jalur hukum. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *