HEADLINE NEWS

Kategori

Tak Ditahan, Ayong Pelaku Penculikan Dituntut 9 Bulan Penjara

                       Terdakwa Ayong santai 
                   mendengarkan tuntutan JPU.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 16/12/2020.

   Pelaku penculikan terhadap Samsul Bahri alias Ationg yakni,  Terdakwa Susanto alias Ayong dituntut pidana 9 bulan penjara oleh Penuntut Umum Kejatisu. Menurut JPU dalam nota tuntutannya menerangkan,  Susanto alias Ayong terbukti membawa paksa dan merampas kemerdekaan Samsul Bahri alias Ationg.

   Tuntutan tersebut dibacakan JPU Robert Silalahi didepan persidangan yang digelar diruang sidang cakra7 dipimpin majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata di Pengadilan Negeri ( PN ) Medan Selasa sore ( 15/12/2020).

   JPU juga menyebutkan,  warga Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai, Sumatera ini dituntut melanggar Pasal Pasal 333 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

   Dalam tuntutan itu dijelaskan, Terdakwa Ayong telah merampas kemerdekaan korban (Ationg- red) sehingga korban merasa tertekan hilang rasa kemerdekaan terhadap dirinya.

   Usai mendengarkan pembacaan tuntutan dari JPU Robert Silalahi, majelis hakim memberi kesempatan kepada terdakwa Ayong atau Penasehat Hukum untuk mempersiapkan nota pembelaan ( Pledoi) hingga 29 Desember 2020.

   Sebelumnya perkara ini berawal saat Sjamsul Bahri alias Ationg hendak kembali kerumahnya, setelah bertemu dengan temannya di Hotel Selecta Medan, 9 Januari 2020. Sebelum sempat meninggalkan Hotel Selecta, terdakwa Ayong datang menjemput dan membawa Ationg dengan mobil. 

   Ayong dan beberapa orang rekannya yakni, Edo als Ari Sitorus, Sulaiman dan Roby ketiganya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) membawa Ayong keliling kota Medan. Setelah lama berkeliling kota, mereka singgah ke Jalan Bilal. Kemudian Terdakwa memutuskan melanjutkan perjalanan ke Tanjung Balai Selatan..

   Selama dalam perjalanan Ationg mendapatkan perlakuan kasar, tak hanya kekerasan fisik. Ationg mengalami kerugian kehilangan uang sebesar Rp2.300.000,- saldo kas ATM Bank BCA berkurang sebesar Rp1.950.000,- 1 buah cincin emas ikat mata berlian dengan harga Rp15.000.000,- 2 lembar uang Dollar Singapore dengan nilai sebesar Rp 20.000.000,-, serta RM 1000 dengan nilai sebesar Rp3.5000.000,- sehingga total kerugian korban Sjamsul Bahri alias Ationg sebesar Rp42.750.000,-

   Terpisah penuntut umum Robert Silalahi yang membacakan tuntutan menghindar ketika ditanyakan tuntutan 9 bulan penjara kepada Ayong, padahal ancaman maksimalnya selama 8 tahun.

   "Wah saya kan cuma bacakan saja, kalau soal tuntutan 9 bulan penjara coba kalian tanya Jaksa Tiorida ya, sama Bu Tiorida saja,"ucapnya sembari meninggalkan wartawan.

   Fenny Laurus Chen ( istri Ationg) merasa  sangat kecewa sekali terhadap JPU yang menuntut Pelaku Penculikan Suaminya dengan tuntutan pidana Sangat Ringan. Dikatakan Fenny ( istri korban), apalagi untuk dibacakan tuntutannya sampai memakan waktu  45  hari ( 1 bulan 15 hari) dengan berbagai alasan dan terus menghindar ketika ditanyakan kepada JPU Tiorida dan Nelson Victor dari Kejati Sumut.

   Fenny sempat menanyakan juga pada majelis hakim Jarihat Simarmata mengapa tidak disidang - sidangkan perkara suaminya. Dikatakan majelis hakim tersebut, "Jaksa yang membacakan tuntutan pidana bukan kami, "jelas Fenny menirukan ucapan hakim. " Soalnya pak hakim sudah 1 bulan lebih suami saya tidak dapat kepastian hukum. Tanya aja sama JPU nya ya buk, ungkap Fenny lagi pada wartawan saat dikonfirmasi tentang tuntutan terhadap Terdakwa Susanto Alias Ayong.

   "Sementara dalam persidangan saat pemeriksaan keterangan terdakwa Ayong, JPU Nelson Victor dan Tiorida sangat tegas dan sangat detail memeriksa Ayong di persidangan, "Ungkap Fenny lagi.

   Bahkan hakim salah seorang majelis Pak Tengku Oyong, sangat tegas bahwa apa yang dilakukan Ayong adalah salah karena telah melakukan perampasan kemerdekaan korban dan membawa paksa korban sehing merasa terancam dan ketakutan, " Fenny pada wartawan.

  Itukan Fakta sidang, kenapa tuntutan jaksa tidak berdasarkan fakta apa yang terungkap dalam persidangan.

    Rasanya ini tak adil bagi suaminya, sementara suaminya ditahan dan harus dihukum karena dianggap menipu. Sedangkan Ayong dalam perkara ini tidak dilakukan penahanan. Dijelaskan juga bahwa suaminya dengan terdakwa adalah bisnis jahe, kalau bisnis kan ada untung ruginya. Nah ketika rugi, Ayong justru meminta seluruh kerugian segera dibayarkan.

   "Tak hanya melaporkan suaminya, Ayong pun pernah membawa paksa suaminya sebelum proses hukum dilakukan. Ayong ini orang yang sangat sadis bang, "ungkap Fenny.

   Dalam kasus ini ia segera melaporkan masalah ini langsung ke Kajatisu, bidang Aswas dan Aspidum termasuk melaporkan kepada Jamwas dan Jampidum Kejagung.

   "Kita akan laporkan jaksanya, karena menuntut pidana pelaku penculikan suaminya  terlalu ringan,"ujarnya. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *