HEADLINE NEWS

Kategori

Tak Bayar Hutang, Terdakwa Ngaku Emosi Bakar Korban dengan Pertalite

             Terdakwa memberikan keterangan                                                     secara Virtual

MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 11/12/2020.

   Mulyono alias Baben (45), terdakwa penganiayaan mengaku spontan emosi ketika melihat saksi Amat Bugiono yang tidak kunjung melunasi hutangnya ternyata baru habis main judi.

   Tanpa pikir panjang, terdakwa saat itu mengendarai sepeda motor kemudian singgah ke warung eceran penjual bahan bakar minyak (bbm) membeli pertalite.

   Hal itu diungkapkan Mulyono alias Baben ketika didengarkan keterangannya sebagai terdakwa secara virtual, Jumat petang (11/12/2020) di ruang sidang Cakra 5 PN Medan.

   Terdakwa mengaku langsung menghampiri Amat Bugiono yang ketika itu sedang duduk-duduk bersama saksi korban Putra alias  Patkai di Jalan Marelan, Pasar II Barat, Gang Abadi, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

   "Asal ditagih utangnya dia (Amat Bugiono, red) selalu berkelit Pak Hakim. Emosi lah aku lihat dia habis main judi. Kusiramkan pertalitenya," kata terdakwa.

   Hanya saja terdakwa tidak terima karena saksi korban Putra alias Patkai tiba-tiba ikut campur persoalan pribadinya dengan saksi Amat Bugiono.

   Minyak pertalite dalam kemasan plastik tersebut kemudian disiram ke tubuh Patkai dan menyulut api dengan mancis. Akibatnya saksi korban menderita luka bakar di beberapa bagian tubuh.

   "Emosi Saya Pak hakim. Asal ditagih utangnya ada saja alasannya. Padahal main judi ada uangnya," timpal terdakwa menjawab pertanyaan hakim anggota Abdul Kadir.

   Usai mendengarkan keterangan terdakwa, hakim ketua Martua Sagala memberikan kesempatan kepada JPU dari Kejari Belawan untuk membacakan materi tuntutan, pekan depan.

  Dalam dakwaan disebutkan, peristiwa tersebut Selasa malam (27/5/2020) sekira pukul  20.30 WIB. Mulyono alias Baben didakwa melakukan penganiayaan mengakibatkan luka berat.

   Terdakwa dijerat pidana Pasal 351 ayat (2) KUHPidana subsidair Pasal 351 ayat (1) KUHPidana. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *