HEADLINE NEWS

Kategori

Rory Sihite : Waka Polres, Perintahkan 19 Karung Ganja Bawa Ke Polres

                         Saksi Ade Charge


MEDAN  |  kaabar24jam.com 

Jumat, 11/12/2020.

   Saksi Samsul Bahri Harahap dari media Kontras Independen dihadirkan Penasehat Hukum (PH) para terdakwa selaku saksi meringankan (AdeCharge) menerangkan didepan persidangan, berawal Tanggal 28 Pebuari 2020, saksi berada di Polres Kota Padang Sidempuan ada mendengar informasi dari HT pak OS ada temuan ganja di Tarutung baru. Lalu saksi juga mendengar percakapan melalui hp media Sidak News infonya juga sama ada tangkapan ganja di Tarutung Baru. 

                                Witno

    Kemudian saksi berangkat bertiga yang mendengar informasi itu dengan mobil Double kabin, sesampai di TKP perkebunan sawit, saksi melihat barang bukti karung ganja dan ikut membantu angkat ganja ke Double kabin. Pada saat Pulang ke Polres di mobil Double kabin lima orang. Namun pada pertengahan jalan di Pulo Bauw mereka berpapasan dengan Waka polres.

                            Anggota Polisi

   Ditanya apa yang kalian bawa, tanya Waka sama anggota bernama Rory Sihite.Lalu dijawab Rory, ' ada temuan ganja komandan, "jelas saksi lebih kurang seperti itu pak Hakim papar Samsul. Ketika ditanya lagi oleh hakim ketua, masih ingat jam berapa itu. " Sekira pukul 21.00wib. 

                                  Kanit

   Kemudian saksi mendengar ucapan Waka Polres sama Rory " Bawa ke Polres" Perintah Waka. Ketika hakim ketua Tengku Oyong menanyakan kepada terdakwa Rory kebenaran keterangan saksi, Rory Sihite membenarkannya ada bertemu dengan Waka polres dipertengahan jalan di Pulo Bauw memerintahkan membawa ganja tersebut ke Polres.


   Selanjutnya dikatakan Samsul beberapa hari kemudian dilakukan pers rilis tentang temuan 19 karung ganja tersebut didepan Polres Kota Padang Sidempuan. " Apa diliput juga oleh wartawan, tanya hakim lagi. " Ya pak hakim banyak media yang meliput pers rilis tersebut.

   Sebelum saksi Ade charge diperiksa didepan persidangan, majelis hakim memeriksa keterangan terdakwa Witno yang menerangkan, "bahwa sebelumnya terdakwa mendapat informasi dari masyarakat mengaku Ustad Hariyanto alias Gaya memiliki ganja, kemudian memberikan no hp gaya. Selanjutnya Witno menelpon gaya memintanya untuk menunjukan ganja yang ada padanya.

   Kemudian gaya menunjukan ganja yang dimaksud pada Witno, diantaranya, di gudang kosong milik Ucok ada ditemukan sebanyak 4 karung ganja dikampung Dareh. 

   Kemudian Gaya mengajak Witno dan terdakwa lain kerumah Gaya. Lalu Gaya menunjukkan gudang kosong disamping rumahnya tempat penyimpanan ganja lainnya sebanyak 15 karung. Tetapi ganja yang ada digudang milik Gaya itu dititipkan Mulia sama dirinya," ungkap Witno sesuai keterangan Gaya padanya. 

   "Mulia yg nyuruh simpan di gudang saya bang Wit, Itu bukan punya saya jelasnya. Witno datang naik mobil Daihatsu Terios putih bersama bersama tiga rekannya, " terangnya pada hakim. 

   Ketika ditanya sama Jaksa Penuntut Umum (JPU ) Abdul Hakim Sori Muda Harahap, kepada Gaya benar itu keterangan Witno, Benar pak Jaksa. " Apakah kamu kenal keempat orang itu?.... "Sebelumnya cuma bang Witno yang saya kenal pak. Setelah kejadian itu saya baru tahu nama keempat oknum Polres Kota Padang Sidempuan itu yakni, Witno, Martua Pandapotan, Hamdani dan Denny, " terang Gaya.

   Ditanya lagi oleh Penuntut Umum kemudian gimana selanjutnya coba terangkan, "Setelah menunjukan ganja 19 goni ganja itu, saya dibiarkan pergi. Tanggal 7 Maret 2020 saya ditangkap Polres Tapsel dan Poldasu," jelas Gaya pada hakim. "Ketika diperiksa saya mengatakan menunjukan ganja- ganja tersebut pak hakim yang mulia," papanya.

   Sementara itu ketika dibacakan BAP Witno oleh JPU dari Kejati Sumut tersebut menerangkan, " saya mendapat informasi masyarakat mengaku bernama ustad memberitahu tentang gaya dan memberikan no. HP gaya. Edy Ramos sempat memberitahu kepada Witno ada ganja sama gaya tapi kami jangan ditangkap, abang ambil aja semua. 

   Usai membacakan keterangan Witno di BAP, dia ( witno- red) menyangkal tidak ada memberi keterangan itu di penyidik jelas Witno kepada majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong dan dua anggota hakim Bambang dan Jarihat Simarmata.

   Keterangan yang sebenarnya di persidangan ini pak hakim yang mulia, " tandas Witno. " Terserah saudara lah, ini keterangan BAP saudara di penyidik," jelas JPU mengingatkan Witno.

   Selanjutnya gimana, Witno menghubungi Kasat, lalu Kasat meminta saya kordinasi sama Kanit. Kemudian saya menghubungi Kanit ada temuan ganja. Setelah kami bawa ganja sebanyak 19 karung dari dua tempat itu ke posko Narkoba Saharan Motor. 

   Kemudian datang Kasat ke posko dan menanyakan pada Kanit mana ganjanya, terang Witno. Selanjutnya Kasat menyuruh membuat tehnik taktik ( pengalihan) penemuan ganja tersangka melarikan diri. Lalu ganja itu dibawa ke Desa Tarutung Baru inisiatif para terdakwa didaerah perkebunan Sawit PTPN3 sekira pukul 21.00wib. Menurut Witno lokasi perkebunan itu sepi, jadi tidak terlihat masyarakat. Kemudian Kanit menelpon Kasat untuk melihat ke perkebunan sawit PTPN3 tersebut. 

   Masih keterangan Witno, "Lalu Kasat datang dengan KSPK dan mobil patroli Double kabin malam hari. Kemudian Kasat melihat langsung ganja 19 goni ditutupi dengan pelepah sawit. Karena sinar senter menyala- nyala di perkebunan, banyak masyarakat berdatangan ke lokasi. Langsung perintah membawa ke Polres Kota Padang Sidempuan di Satres narkoba.

   Kemudian dibuat serah terima barang bukti temuan kepada piket.

   Kemudian 2 Maret 2020 ganja19 goni ditimbang seberat 327 kilo untuk pers rilis dilaksanakan di depan kantor Polres Kota Padangsidempuan dipimpin Waka Polres. Selanjutnya 6 Maret 2020 pada saat serah terima Kasat narkoba itulah kami diamankan pihak Polda dan diterbangkan menggunakan pesawat Wings sampai Kuala Namo dan langsung dibawa ke Polda.

   Tuduhan yang disebutkan kepada para terdakwa oleh Poldasu menggelapkan barang bukti. Menurut pihak Polda barang bukti lebih dari 19 goni. 9 Maret 2020 diinterogasi di Propam Poldasu. Kemudian dibawa ke Ditresnarkoba Poldasu diperiksa sampai pagi ungkap Witno.

   Ketika ditanya hakim ketua siapa pemilik mobil Honda Jaz dan Terios kepada Witno. Menurut Witno, "Andi Pranata yang punya mobil Jaz sedangkan Terios mobil dinas Polres.

   Keterangan Martua Pandapotan (Kanit), terdakwa dihubungi Witno setelah nemukan ganja sedang pangkas rambut. Witno disuruh Kasat hubungi Kanit tentang temuan ganja di kampung Dareh. Kanit disuruh Membawa mobil dinas ke tempat temuan ganja di kampung Dareh. Selanjutnya kami bawa ke Polres pak hakim. Setelah mendengarkan keterangan para terdakwa dan saksi Ade charge majelis hakim menunda sidang Selasa Depan.( Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *