HEADLINE NEWS

Kategori

Rita Wahyuni SH Katakan " BPN Kota Medan Diduga Tak Becus dalam Bertugas

Kabar24jam.com|sumut

Kamis 10/12/2020

- Belawan

Rita Wahyuni SH selaku Kuasa hukum Mujianto yang menangani kasus sengketa lahan milik klein nya terkait  pengibahan  tanah yang hibahkan kepada masyarakat  tak juga  mendapat jawaban resmi dari BPN Kota Medan. 

Advokasi mujianto ini menjelaskan bahwa sudah lebih 2 bulan tepatnya pada tanggal 40/09/2020  bernomor surat 061/PH-RW/P/lX/2020, namun hingga kini tak ada Jawaban secara resmi yang di terima oleh pengacara  kota Medan ini. 

Wawancara yang kami lakukan  oleh kuasa hukum seorang pengusaha kota medan ini sangat kecewa dengan pelayanan Badan Pertanahan Negara Kota Medan yang terkesan sombong dan tak mau tau dengan keluhan masyarakat yang terjadi di kota Medan padahal ini adalah tugas dan fungsi mereka sebagai petugas Badan Pertanahan  Negara di Kota Medan. 

Saya heran mengapa  BPN hingga saat ini enggan menjawab Surat saya? Apakah BPN tak mau lagi menerima  keluhan masyarakat kota Medan? setau saya BPN juga sebagai pelayan untuk Masyarakat jadi jika pun ada keluhan terkait persoalan sengketa Lahan  yang ada di kota Medan maka sudah sewajarnya di akomodir segera. 

Saya tau bahwa bukan hanya kami yang punya masalah yang mungkin hampir sama namun tegang waktu yang kami berikan bukan waktu yang sebentar untuk BPN menjawab surat kami ini. Pertanyaan besar bagi masyarakat,

Apa benar BPN sudah mengalih fungsikan  Tanah yang di hibahkan klien saya seluas 13.431 meter persegi dari pecahan No SHM 720 ini  untuk kepentingan pengusaha?

Itu mungkin alasan BPN enggan menjawab surat kami! Lahan yang telah di  hibahkan oleh klien kami yang seiogianya di peruntukan sebagai Pasilitas Umum yakni untuk jalan, namun saat ini tidak sesuai dengan niat amanah klein sebagai pemilik tanah yg dihibahkan tersebut, timbul negatif pikiran masyarakat, apakah barang kali BPN Kota Medan sudah memberikan lahan tersebut kepada  pengusaha tersebut, yang diduga saat ini dikuasai oleh STTC ,  

di tambahkan Rita Wahyuni SH mana mungkin perusahaan seperti STTC berani membangun di atas lahan yang mestinya di jadikan perencanaan jalan. Surat pecahan  720 seluas 13.431 yang di hibahkan tersebut telah menjadi tangung jawab  BPN kota Medan dan tidak mungkin surat tersebut di miliki siapa pun karana itu  sudah menjadi wewenang BPN. 

Tapi kenyataan nya  Perusahaan STTC  tidak bergeming  seakan memiliki surat pendukung  kuat terhadap lahan yang di bangun nya , apakah itu pertanda  bahwa STTC memliki legalitas sehingga berani melakukan  kegiatan pembangunan di atas lahan tersebut. 

Jika benar dugaan saya  maka  bisa di pastikan STTC  mendapatkan surat tanah tersebut berasal dari BPN Kota Medan karena setelah klein kami menyerah kan  sebidang tanah tersebut kepada masyarakat melalui BPN kota Medan.dan itu bukan tangung jawab kami lagi melainkan tanggung jawab BPN kota Medan. 

jika terbukti semua dugaan kami ini maka saya sebagai kuasa hukum mujianto tidak akan segan segan melakukan laporan polisi kepada yang berwajib jika hal ini benar terjadi. 

dan bisa saya pastikan siapa pun oknum yang merampas hak Masyarakat maka kami mengajak warga  sekitar belawan bahari Medan belawan untuk bersama  mempertahankan hak mereka yang di rampas oleh BPN kota Medan.(Wil)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *