HEADLINE NEWS

Kategori

Perkara Penipuan Rp3 M, Syamsuri Akui Terima Uang Antoni Tarigan

       Terdakwa Samsuri terlihat membawa berkas.


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Rabu, 16/12/2020.

   Sidang perkara kasus penipuan senilai Rp3 Milliar dengan terdakwa Syamsuri (68) kembali berlangsung diruang Cakra3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/12/20), sore.

   Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong dan penuntut umum, Randi Tambunan SH menghadirkan tiga orang saksi, satu diantaranya dihadirkan secara Vidio Call karena sakit yakni G Johnson P. Tambunan. Sedangkan Antoni Tarigan dan Muklis hadir dipersidangan.

   Dalam kesaksiannya, G Jhonson membenarkan bahwa dirinya mau menjual tanah seluas 570 M2 yang terletak di Jln. HOS Cokroaminoto No. 8 Kel. Pandau Hulu I Kec. Medan Kota. Untuk menjual tanah ia menunjuk Antoni Tarigan selaku kuasa.

   Selaku kuasa penjual Antoni menawarkan kepada Syamsuri dan berniat membeli dengan kesepakatan harga Rp1.250.000.000.-. 

   Diterangkan Anton, terdakwa ada memberikan panjar isebesar Rp625.000.000.-. Sedangkan sisanya dibayarkan setelah surat-surat atas tanah tersebut ( sertifikat)selesai diurus atau diterbitkan oleh instansi yang berwenang.

   Berselang beberapa waktu tepatnya di 2013, Antoni pun mundur dari kesepakatan perjanjian akta jual beli dengan membayar uang kompensasi kepada terdakwa senilai Rp3 Milliar melalui Lamidi untuk diberikan kepada terdakwa Samsuri agar membatalkan jual beli tersebut.

   Namun malah Lamidi dan Samsuri membuat surat pernyataan sendiri- sendiri bukan membuat surat pembatalan perikatan jual beli, jelas saksi korban Antoni. Sampai saat ini tidak juga pernah diberikan. Sehingga korban merasa dirugikan dan tertipu lalu melaporkan terdakwa kepada pihak kepolisian.

   Masih dalam sidang itu, Muklis pun memaparkan bahwa dirinya pernah diajak ikut menemani pengantaran uang kepada Lamidi.l sebanyak tiga kali.

   Terpantau terdakwa yang terlihat enjoy dan  santai dikursi pengadilan karena tidak dilakukan penahanan hanya berdalih kalau dirinya tidak pernah diberitahu oleh Lamidi dan korban tidak pernah menemuinya (korban-red).

   Ia pun beralibi, Lamidi menyebut bahwa perjanjian pembatalan akta kontrak perjanjian jual beli setelah sertifikat dikeluarkan.

   Ketua Majelis Hakim yang mendengar penyampaian terdakwa meminta agar Lamidi dihadirkan agar bisa dikonfrontir tentang ucapan tersebut.

   Usai itu, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan.uri agar mbatalkan perjanjian jual beli tersebut.(Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *