HEADLINE NEWS

Kategori

Nikmati Sabu, Bobby Dihukum 18 Bulan Penjara

Suasana pembacaan putusan melalui video call


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 29/12/2020.

   Bobby Ferdian Syahputra pasrah dihukum 18 bulan atau satu tahun dan enam bulan penjara oleh majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong dibantu dua anggota hakim yakni, Jarihat Simarmata dan Deson Togatorop diruang sidang cakra7 Pengadilan Negeri ( PN ) Medan. Pasalnya terdakwa Bobby terbukti bersalah menikmati sabu  yang diperoleh dari Iwan (DPO) diatur pada pasal 127 UU Narkotika no.35 tahun 2009.

   Putusan Majelis Hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU Rizqi Darmawan dari Kejari Medan yang menuntut agar majelis hakim tersebut mempidana selama dua tahun penjara.

   Persidangan yang berlangsung secara vidio call berlangsung di ruang Cakra7 Pengadilan Negeri Medan, Selasa sore (29/12/20), merupakan sidang pidana pertama di PN Medan, penghujung akhir tahun. 

   Didalam persidangan itu diketahu hanya potongan pecahan pipa kaca sebagai Barang Bukti, yang di dalamnya terdapat sisa narkotika. Ketua majelis hakim menyebutkan, terdakwa dalam kasus ini tertangkap setelah mengkomsumsi sabu. 

   Didalam dakwaan JPU di jelaskan, Minggu (01/03/2020) lalu, Iwan mendatangi rumah terdakwa dikawasan Jalan Bambu I No. 100-B Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Kemudian menawarkan sabu untuk dipakai bersama.

   Selama berada di dalam kamar rumah terdakwa, Iwan lah yang membuat bong dan pipa kaca, setelah menghisap secara bergantian. Setelah selesai, Iwan meminta Bobby menyimpan tiga potongan kaca di lemari.

   Namun naas pada Selasa (03/12/2020), datang sejumlah orang yakni Heri Suhardi bersama saksi Ilham Kurniawan, saksi Muslim Buchari, saksi Viet Chandra Vidico Pardede, saksi Ferry Victor Manullang dan saksi Chandra Permana yang merupakan Personil Satresnarkoba Polrestabes Medan melakukan pengrebekan.

   Dari pengrebekan itu para saksi penangkap menyita pecahan tiga pipet kaca yangasih ada sisa sabunya. dan menemukan tiga bekas potongan yang digunakan terdakwa dan Iwan sebelumnya.

   Usai membacakan putusan, Ketua Majelis Hakim Tengku Oyong, menasehati terdakwa agar tak memakai sabu lagi kedepannya, "hanya merusak diri sendiri aja itu, "tegas Oyong.

   Sebelum persidangan ditutup Penuntut Umum Kejari Medan menyatakan pikir-pikir sementara Riki Irawan dari Kantor Pusaka Indonesia selaku penasehat hukum terdakwa menyatakan terima atas putusan majelis hakim. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *