HEADLINE NEWS

Kategori

Kepala BPN Kota Medan diduga Takut Bongkar Kasus Sengketa Lahan yang Ada di Belawan.



BELAWAN  |  kabar24jam.com 

Kamis, 03/12/2020.

   Mediasi yang  di laksanakan pada hari Selasa 01desember 2020 tak membuat masayarakat puas ,  pasalnya Notulen rapat yang  di keluarkan BPN Kota Medan tak sesuai dengan hasil rapat  yang di  maksud. 

   Artinya  apa yang menjadi maksud dari tuntutan masyarakat yang ada  di keluarahan Belawan Bahari terkait lahan Pasum yang di hibahkan saudara Mujianto kepada masyarakat yang kini di kuasai oleh perusahaan STTC tak menemui titik terang. Padahal  mediasi yang di hadiri oleh perwakilan masyarakat Belawan memiliki  harapan Besar kepada BPN Kota Medan yang baru ini yakni Bapak Yuliandi jalil  agar mampu menyelesaikan persolan ini, namun  sangat di sayangkan  semua ini terkesan sia sia sebab di dalam hasil notulen rapat  tersebut tak sejalan dengan apa yang di sampaikan para peserta rapat. 

  Yamato duha selaku tokoh masyarakat yang  mewakili  masayarakat  kelurahan Bahari kecamatan Medan Belawan mengatakan  seharusnya BPN Kota Medan mampu menjelaskan secara tegas terkait  persolan ini agar kami sebagai warga di Belawan tidak berpersangaka jelek kepada BPN Kota Medan yang kami duga menjual  lahan milik kami dimana pada tahun 2011 saudara  mujianto secara sah memberikan jalan seluas 13.431meter persegi pada kami dari dasar surat SHM 720 ini harus terang di sampaikan BPN  Kota Medan. 

   Ditambahkan Tokoh masyarakat ini juga bahwasanya  BPN jagan munafik lah karana Pak Kakan BPN Kota Medan sempat menyatakan BPN kami akan berikan pelayanan maksimal agar kami dapat balik degan menerima jawaban yang memuaskan, jujur kami merasa puas dengan jawaban Pak kakan BPN tapi kami Kecewa hasil notulen rapat yang tak sesuai degan  hasil pembicaraan kami tandas Yamato duha pada media. 

   Rozi Nasution juga  mengungkapkan rasa kecewa nya di hadapan media terkait Notulen rapat  yang sengaja di tunda tunda untuk di serahkan pada kami,  gak jelas apa artinya  namun  setelah kami membaca  hasil notulen rapat tidak sepaham dengan rapat yang kami laksanakan. 

   Disini kami menduga bahwa BPN Kota Medan  takut memberi kan jawaban  dalam memuat keputusan di dalam notulen rapat mediasi kemarin , ini namanya  Kong kalikong bang BPN Kota medan gak berani secara transparan memberikan putusan rapat nya. Ini akan mengakibatkan kekesalan Masyarakat Belawan bahari jika BPN tak komitmen dengan ucapan nya di sampaikan ketua LSM LiRA pada keterangan persnya. ( Wil )

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *