HEADLINE NEWS

Kategori

Kejatisu Terima Pelimpahan Kasus Mafia Tanah, 2 Mantan Kades dan 2 Ketua Kelompok Penggarap



MEDAN  |  kabar24jam.com

Kamis, 17/12/2020.

   Penyidik Polda Sumut, Kamis (16/12/2020) diinfokan telah menyerahkan 4 tersangka dan barang bukti (bb) terkait dugaan secara bersama-sama membuat surat palsu atau memalsukan 95 Surat Keterangan Tanah Garapan kepada tim penuntut pada Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejati Sumut.

   Mengutip rilis pers dari Kejati Sumut Kasus tersebut bernuansa mafia tanah.Namun yang dijadikan tersangka alias diproses masih sebatas 2 mantan kepala desa dan 2 ketua kelompok penggarap.

  Penyerahan berkas keempat tersangka juga digelar konferensi pers oleh Kejatisu di Aula Kejati Sumut Jalan AH Nasution Medan dipimpin langsung Kajati Sumut IBN Wiswantan dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin disaksikan Gubsu Edy Rahmayadi, Kakanwil Badan Pertanahan (BPN) Sumut dan diikuti secara virtual oleh Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil.

    Menurut Kajati, para tersangka berikut berkas yang diserahkan penyidik terdiri dari 2 kasus dengan 4 tersangka yang dipisah (displit ) menjadi 4 berkas tersangka.

    Dua tersangka mantan kades yakni Maradoli Dalimunthe (61) pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga mantan Kades Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang. H Edy Zakwan (55), juga PNS dan mantan Kades Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang. 

   Kemudian dua Tersangka lagi, Nuriani (58), selaku Ketua Kelompok Masyarakat Penggarap Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Nanang Kusnaedi (44), selaku Ketua Kelompok Penggarap/masyarakat penggarap di Desa Sena Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

   "Kronologis perkara menyebutkan, sejak tahun 2000 sampai dengan saat ini para tersangka bersama 95 orang masyarakat telah menguasai dan menggarap tanah HGU milik PTPN 2 Tanjung Morawa yang berada di Jalan Arteri, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang seluas 87,72 hektar," kata Kajati.

   Di Dusun III Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang seluas 41,7112 hektar. Dengan demikian total lahan digarap 129,4312 hektar.

   Untuk dapat menguasai dan memiliki tanah tersebut, lanjutnya, pada tahun 2015 para tersangka secara bersama-sama membuat surat palsu atau memalsukan Surat Keterangan Tanah Garapan sebanyak 95 berkas. 

   Surat tersebut kemudian mereka gunakan sebagai alat bukti mengajukan gugatan perdata/kepemilikan atas lahan HGU milik PTPN II yang mereka garap tersebut.

   Pasal yang disangkakan kepada keempat tersangka yakni pidana Pasal 263 ayat (1) atau (2) KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHPidana.

   Barang bukti yang diserahkan adalah 95 bundel surat keterangan tanah garapan, buku pencatatan surat keterangan tanah Desa Tumpatan Nibung dan Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang.

   Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, kasus tersebut baru permulaan. Konon katanya, di balik kasus ini pasti ada tersangka lainnya. 

   "Ini baru pintu masuk untuk memperdalam kasusnya," kata Kapolda.

   Sementara Gubsu Edy Rahmayadi menyambut baik kerja keras tim penyidik dari Polda Sumut untuk mengungkap kasus ini. Dengan terungkapnya mafia tanah ini maka pembangunan Sport Center bisa diwujudkan tanpa kendala dan hambatan. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *