HEADLINE NEWS

Kategori

Hakim Immanuel Tegur Saksi Alinapiah Beri Keterangan Berbelit- Belit

     Majelis Hakim periksa keterangan ke enam saksi


MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 18/12/2020.

   Majelis Hakim yang diketuai Immanuel Tarigan tegur saksi Alinapiah yang merupakan adiknya terdakwa Burhanuddin. Pasalnya saksi Alinapiah memberi keterangan berbelit - Belit didepan persidangan seputar dana BUMDes yang diterimanya dari Burhanuddin yang digelar persidangannya diruang sidang cakra8 secara virtual, Jumat (18/12/2020).


Sebelumnya Tim Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) dari Kejari Padang Lawas menghadirkan 6 saksi yakni, Alinapiah, Zamzam Siregar ( anggota pengawas), Siti Maysaroh ( Bendahara Desa ), Marianum ( Bendahara BUMDesa) Fachari ( Sekertaris Pengawas )dan Jumiati. Pemeriksaan keterangan para saksi didengarkan secara bersamaan.


Didepan persidangan Marianum mengatakan, terdakwa Burhanuddin ( ketua pelaksana ) dan juga Maneger BUMDes mengeluarkan dana BUMDes kepada terdakwa Fikrin ( Ketua pengawas ), lalu Fikrin meminta bendahara BUMDes mentransper  dengan keseluruhan ditransper ke rekening BRI milik Zamzam sebesar Rp. 248 juta. Dana tersebut diperuntukan membeli, Ayam, tempat makan ayam, keranjang ayam dan pakan ayam.


Ketika ditanya hakim Imanuel "apakah barang tersebut ada saksi lihat, " ada pak hakim. Lanjut Immanuel dimana saksi lihat itu, dilahan tempat kandang ayam pak, terang bendahara BUMDes itu.


"Berapa banyak tempat makan ayam, keranjang ayam dan pakan ayamnya. Kalau keranjang ayam ada sekitar 2000 pak hakim. Kalau ayamnya tidak ada yang lainnya saya lupa, " papar Marianum.Tapi catatan pengeluarannya ada sama saya pak hakim, kalau kwitansi sama pak jaksa, " ungkap Marianum.


Selanjutnya hakim ketua menanyakan kepada saksi Maysaroh, " Apakah saksi selaku bendahara desa ada mengeluarkan dana desa,berapa nilainya, untuk keperluan apa dan siapa yang menyuruhnya. " Ada pak hakim dengan cara mentransper ke rekening zamzam di BRI sebesar Rp 250 juta. dananya untuk BUMDes. Kalau yang menyuruh saya Kepala Desa pak hakim, " tandas Maysaroh.


Sebenarnya berapa dana BUMDes itu, tanya Immanuel. Dana untuk BUMDes sebesar Rp. 500 juta lebih. Yang sudah terpakai Rp. 250 juta, sisanya masih ada di rekening Desa pak hakim, " ucap bendahara desa itu.


 Ditanyakan Immanuel kembali, sekarang dimana uang itu. Dikatakan Maysaroh masih ada sebelumnya, namun dikeluarkan sisanya dialihkan untuk pembuatan jalan setapak. Lalu hakim beralih bertanya pada Zamzam, apakah ada uang masuk kerekening saksi sebesar Rp. 500,9 ".Ada pak hakim, sudah saya keluarkan selanjutnya saya tidak tahu lagi  kemana uang itu pak hakim. Sisa direkening saya tinggal Rp. 44 ribu lagi pak, karena gak bisa ditarik dari ATM, " papar Zamzam.


Jumiati selaku Pendamping lokal desa ketika ditanya hakim anggota Yusra ( Adhoc) apa tugas saksi di BUMDes ini, saya pak hakim pendamping, jadi saya dilibatkan dalam acara seperti Musrembangdes serta kegiatan rapat desa lainnya. " Apakah saksi ada dilibatkan dalam BUMDes ini, tidak pak hakim saya hanya ikut dalam Musrembangdes itu saja pak, ucap saksi pendamping. Usai mendengarkan keterangan para saksi- saksi, majelis hakim menunda persidangan hingga Senin dengan catatan saksi Alinapiah diperintahkan hadir kembali ke persidangan.


Sebelumnya diterangkan dalam dakwaan JPU, Burhanuddin Siregar Ketua Pelaksana ( Maneger Bundes) dan Fikrin Siregar (Ketua Pengawas Bundes) melakukan penyalahgunaan dana BUMes senilai Rp. 500,9 juta tahun 2017. ( Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *