HEADLINE NEWS

Kategori

Dua Mantan Pejabat Pemprovsu di Hadirkan ke Persidangan. Perkara Suap 14 Mantan Anggota Dewan

      Para terdakwa menyaksikan 2 mantan pejabat                       Pemprovsu bersaksi secara virtual


MEDAN  |  kabbar24jam.com 

Senin, 21/12/2020.

   Dua mantan pejabat di lingkungan Pemprovsu dihadirkan tim penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  dalam sidang lanjutan perkara penerimaan uang suap 14 mantan anggota DPRD Sumut dari mantan Gubsu 2 periode, secara virtual, Senin (21/12/2020).

           Baharudin Siagian dan H Nurdin Lubis
                 sedang memberikan keterangan.

   Kedua saksi yang dihadirkan diruang sidang Cakra 8 Peradilan  Tipikor pada PN Negeri Medan yakni mantan Sekda H Nurdin Lubis dan Kabiro Keuangan Provinsi Sumut Baharuddin Siagian, sama-sama menjabat di tahun 2011 hingga 2014.

   Baik tim JPU dari KPK dan penasihat hukum (PH) para terdakwa dan majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan langsung mencecar kedua saksi seputar perolehan dana untuk para terdakwa berikut ke-51 mantan anggota dewan lainnya (sudah putus dan berkekuatan hukum tetap).

   Menurut keterangan saksi H Nurdin Lubis, atas perintah Gatot Pujo Nugroho selaku Gubsu, dirinya memanggil sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (Ka SKPD) / Kadis di jajaran Pemprov Sumut.

   Ketika ditanya hakim ketua Immanuel Tarigan siapa saja SKPD itu?... "Tidak ingat Saya Yang Mulia. Salah satunya Dinas Binamarga," kata H Nurdin menjawab cecaran pertanyaan hakim ketua tersebut. Lalu disambut lagi oleh anggota hakim Rodslowny Lumbantobing bertanya seputar terkumpulnya dana dari sejumlah SKPD untuk para anggota dewan, sejumlah dana itu diperuntukan agar tidak jadi memakzulkan (impeachment) Gatot terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD TA 2012.

   Baik H Nurdin Lubis maupun mantan Kabiro Keuangan Baharuddin Siagian mengakui, tidak ada menerima penitipan uang dari para SKPD. Langsung diarahkan kepada mantan bendahara Sekwan Ali Hanafiah.

   " Saya mengarahkan para Ka SKPD agar menyerahkan uang tersebut langsung kepada Ali Hanafiah selaku Bendahara Setwan DPRD Sumut. Sementara ketika itu, Sekretaris Dewan dijabat Randiman Tarigan.

   Saksi Baharuddin Siagian menimpali, seingatnya ada 3 catatan (list) seputar dana yang akan digelontorkan (Pemprov Sumut, red) kepada para legislator, termasuk ke-14 terdakwa. Seingat Saya dana yang terkumpul ada mencapai Rp6,2 miliar sebagai DP (uang muka) 'ketuk palu' agar disetujuinya APBD TA 2014" tegasnya.

   Sedangkan list lainnya permintaan para legislator Rp50 miliar DP 10 persen dari APBD Provinsi Sumut  Rp5 triliun (yang akan disetujui dalam rapat paripurna, red) timpal kedua saksi, tidak terealisasi alias tidak terkumpul dari sejumlah kadis.

   Dalam kesempatan tersebut hakim anggota Rodslowny menanyakan tim JPU dari KPK tentang alat bukti list ke-14 terdakwa yang menerima uang suap dari mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

   "Ada daftarnya kan Pak JPU. Daftar itu sangat penting untuk diketahui. Karena dari situ bisa diketahui  berapa dana yang mereka (ke-14 terdakwa, red) terima," jelas hakim Rodslowny dan diiyakan tim penuntut umum.

   Sebelum Immanuel menunda sidang hingga Senin (4/1/2021) mendatang, PH terdakwa Layari Sinukaban mengajukan permohonan Justice Collaborator (JC) terhadap kliennya.

   Sedangkan PH terdakwa Rahmad Pardamean mengajukan permohonan agar kliennya bisa menjalani operasi jantung berupa pemasangan cincin menurut rencana di salah satu rumah sakit di Medan.

   "Nanti majelis hakim musyawarah atas permohonan bapak-bapak PH," pungkas Immanuel Tarigan.

   Sementara JPU dari KPK menguraikan, ke-14 terdakwa mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-20019, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu telah menggelontorkan Rp6,8 miliar. Yakni terdakwa Rahmad Pardamean Hasibuan (1 berkas) total menerima Rp500 juta.

   Berkas terpisah, urai JPU Ronald Ferdinand Worotikan, terdakwa Nurhasanah menerima Rp472,5 juta, Jamaluddin Hasibuan (Rp437,5 juta) dan terdakwa Ahmad Hosen Hutagalung (Rp752,5 juta).

   Terdakwa Sudirman Halawa Rp(417,5 juta), Ramli (Rp497,5 juta) dan Irwansyah Damanik (Rp602,5 juta), Sedangkan terdakwa Megalia Agustina (Rp540,5 juta), Ida Budi Ningsih (Rp452,5 juta), Syamsul Hilal (Rp477,5 juta) dan terdakwa Mulyani (Rp452,5 juta).

   Berkas lainnya dengan terdakwa Robert Nainggolan (Rp427,5 juta), Layari. (Apri)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *