HEADLINE NEWS

Kategori

Divonis 4 Tahun Kasus Pipet Kaca Berbercak Narkotika, Sariyanti : Ini Tidak Adil



LUBUK PAKAM  |  kabar24jam.com 

Rabu, 16/12/2020.

   Pengadilan Negeri Lubuk Pakam akhirnya menjatuhkan hukuman 4 Tahun Penjara dan  denda  800 Juta rupiah subsider 3 bulan penjara terhadap Seorang Ibu rumah tangga bernama Sariyanti (45)  atas kepemilikan pipa kaca Berbercak Narkotika.

  Setelah mendengarkan putusan tersebut,  Sariyanti dan kuasa Hukumnya langsung menyatakan banding kepada Ketua Majelis Hakim.

   Sariyanti tampak lemas hingga suaranyapun sulit terdengar oleh wartawan saat dia mengatakan dirinya tidak mendapatkan keadilan yang sesungguhnya.

   "Tidak adil, tidak adil, tidak adil, banding, banding pak" kata Sariyanti kepada wartawan setelah keluar ruang persidangan di PN LUBUK Pakam, Sumatera Utara (15/12/2020).

   Sariyanti merasa kecewa yang mendalam atas putusan tersebut lantaran dirinya tidak pernah memiliki apalagi mengakui pipa kaca yang dijadikan barang bukti Narkotika tersebut.

   Sariyanti diputuskan melanggar pasal 112 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

   Namun ada yang janggal terhadap barang bukti yang ditetapkan Majelis Hakim yang menyidangkan perkara Sariyanti yakni tidak adanya Narkotika.

   Pertanyaan besar muncul ketika barang bukti yang menjerat Sariyanti adalah pipa kaca mengandung bercak Narkotika, sedangkan barang bukti lain adalah bong, pipet, jarum suntik dan mancis, dan juga plastik asoy berwarna hijau.

   Tidak disebutkan berapa banyak berat bercak Narkotika yang ada pada pipa kaca itu.

  Adapun bunyi  pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika adalah sebagai berikut :

Pasal 112 ayat (1) : setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar.

   Dalam ketentuan pasal tersebut jelas menyatakan adanya Narkotika. Pengacara Sariyanti, M Ardiansyah,SH,MH dan Iwan Wahyudi,SH mengaku kecewa atas putusan tersebut.

Reporter : BERTHON SIREGAR

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *