HEADLINE NEWS

Kategori

Perempuan Di Sumut Didakwa Pengedar Sabu "112 subs 114" UU Narkotika , BBnya Nol Gram



DELI SERDANG  |  kabar24jam.com 

Minggu, 22/11/2020.

   Nasib 2 anak kembar berumur 10 Tahun yang diasuh oleh neneknya akibat  Ibu kandung kedua anak tersebut dijerat sebagai pengedar Narkoba dan menjadi terdakwa pada Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dan di tahan,  kian menemui titik terang.

Penasehat Hukum Sariyanti, M. Ardiansyah, SH. MM Dan Iwan Wahyudi. SH


  Sariyanti alias Yanti (43), warga dusun XI Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara,  memiliki 4 orang anak, dan anak sulungnya bernama Bambang sudah berumur 20 Tahun diketahui telah mengirimi surat kepada Komisi Yudisial Republik Indonesia yang ada  di Jakarta supaya kasus yang menimpa Ibunya bernama Sariyanti alias Yanti diawasi oleh Komisi Yudisial selama proses persidangan.

   Kepada wartawan (19/11/2020), Bambang mengatakan kebingungannya atas  perkara yang sedang dialami Ibu kandungnya tersebut dirasanya janggal karena Barang bukti yang diajukan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam hanya bong tanpa ada Narkotika.

   Bambang juga mencurahkan harapannya untuk Ibunya Sariyanti agar mendapatkan keadilan yang jujur diterapkan pada setiap tahap proses Peradilan pada Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.

   Bambang mengkhawatirkan 2 orang adik kembarnya yang kini diasuh neneknya, dimana neneknya juga butuh perhatian karena usianya sudah lanjut.

   Dia kuatir Neneknya tidak sanggup mengurus kedua adik kembarnya  yang masih duduk di bangku sekolah dasar jika ibunya dipenjara atas kasus tersebut.

   Sariyanti masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Sumatera Utara.  Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan akan di gelar pada Selasa 24 November 2020.

   Pada persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi sebelumnya pada (17/11/2020), Jaksa Penuntut umum Kejari Deliserdang meminta tambahan saksi verbalisan kepada  majelis hakim setelah saksi meringankan yang dihadirkan oleh 2 orang Penasehat Hukum Sariyanti,  M Ardiansyah,.SH, MH dan Iwan Wahyudi, SH selesai memberikan keterangan.

   Selama proses peradilan dengan agenda pemeriksaan Saksi dari Jaksa Penuntut Umum, Penasehat Hukum Sariyanti mengatakan kalau kesaksian para saksi tidak menyasar pada pasal 112 ayat (1) subsider 114 (1) yang didakwakan jaksa penuntut Umum  UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

   Para saksi kebanyakan menerangkan kalau Sariyanti ditangkap setelah memakai Sabu berdasarkan pengakuan Sariyanti yang lantas dibantah kalau dirinya ditangkap selesai memakai sabu.

   Usai persidangan pada 17/11/2020, Sariyanti mengatakan kalau dirinya di jebak oleh seseorang yang sekarang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagaimana dalam surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

   Dalam persidangan yang telah di gelar, barang bukti yang ditunjukkan JPU yakni plastik assoy berwarna hijau, 2 mancis, kaca pirex, dan jarum.

   Tak ada barang bukti Sabu yang diajukan Jaksa kepada Majelis Hakim. Adapun bunyi  pasal 112 ayat (1) subsider 114 (1)  UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkoti yakni :

Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika:

(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika:

(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

   Ada juga SURAT EDARAN Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 04 Tahun 2010 TENTANG PENEMPATAN PENYALAHGUNAAN, KORBAN PENYALAHGUNAAN DAN PECANDU NARKOTIKA KE DALAM LEMBAGA REHABILITASI MEDIS DAN REHABILITASI SOSIAL, Dalam nomor urut 2 disebut " Bahwa penerapan pemidanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 103 huruf a dan b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika hanya dapat dijatuhkan pada klasifikasi tindak pidana sebagai berikut :

a. Terdakwa pada saat ditangkap oleh penyidik Polri dan penyidik BNN dalam kondisi tertangkap tangan ;

b. Pada saat tertangkap tangan sesuai butir (a) dimaksud ditemukan barang bukti pemakaian 1 (satu) hari dengan perincian antara lain sebagai berikut :

1. Kelompok metamphetamine (shabu) : 1 gram

   Sariyanti berharap Majelis Hakim yang menyidangkan perkaranya dapat memutus dengan seadil adilnya.

   Sariyanti meyakini ada seseorang menjebak dirinya dengan memasukkan kaca pirex ke plastik didekat dia duduk pada saat polisi menangkapnya.

Reporter : BERTHON SIREGAR

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *