HEADLINE NEWS

Kategori

Miris, SMA N 12 Medan disebut Mengutip Uang Sekolah dan Pendaftaran, Padahal Masa kesulitan Ekonomi, Kemana Saber Pungli..?



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Selasa, 13/10/2020.

   Sekolah Menengah atas Negeri 12 Medan Sumareta Utara disebut mengutip uang kepada para siswa baru yang diterima untuk tahun ajaran 2020/2021 .

   Adapun sejumlah uang tersebut diduga pengutipannya ilegal karena tidak jelas dasar hukumnya.

   Para siswa disebut  dikenakan uang sekolah sebesar Rp150 Ribu perbulan dan uang pendaftaran sebesar Rp 400 Ribu.

   Selain uang sekolah siswa juga disebut dikenakan uang seragam baju praktikum dari sekolah yang diperkirakan seharga Rp 700 ribu.

   Salah seorang pejabat pembantu kepala sekolah, saat diwawancarai wartawan (05/10/2020) mengaku mengetahui ada pungutan uang di sekolah SMA Negeri 12 Medan untuk  penerimaan siswa baru tahun 2020/2021.

   Namun dia tidak mengetahui pasti berapa  besar jumlah uang yang dibayarkan oleh para siswa kepada sekolah SMA Negeri 12 Medan.

   Dia meminta agar wartawan mengkonfirmasi langsung kepada kepala sekolah terkait kutipan tersebut.

   Sementara kepala sekolah SMA Negeri 12 Medan tidak berada di tempat saat wartawan mendatangi sekolah tersebut.

   Pantauan wartawan di SMA Negeri 12 Medan,  tidak ada pengumuman resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang terkait dengan biaya pendidikan para siswa yang ada di SMA Negeri 12 Medan.

   Diduga pungutan tersebut merupakan pungutan yang tidak berdasar dan tidak jelas peruntukannya karena dilakukan tidak transparan.

   Sementara pejabat pembantu kepala sekolah disana mengatakan bahwa pungutan tersebut bukanlah pungutan liar.  Namun tidak dijelaskan  secara rinci dasar hukum dari penarikan uang dari para siswa disana.

   Hingga berita ini dipublikasikan,  Kepala Sekolah SMA Negeri 12 Medan belum memberikan keterangan kepada wartawan terkait dengan kebenaran pungutan tersebut.

   Diketahui sebelumnya, beberapa tahun lalu, Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo telah membentuk tim saber pungli untuk menumpas para pelaku pungli yang melakukan aksi pungutan liar di berbagai tempat di wilayah Negara Indonesia.

   Namun hingga kini masyarakat masih kebingungan bagaimana cara membedakan pungutan liar dengan pungutan resmi yang ada pada institusi pendidikan.

   Masyarakat berharap tim saber pungli yang telah dibentuk dapat melaksanakan tugasnya terutama terhadap sekolah-sekolah tingkat SLTA yang ada di Medan Sumatera.

Reporter : Berthon Siregar

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *