HEADLINE NEWS

Kategori

KETUA IPHI SUMUT ; HUKUM HARUS DI TEGAKAN KEPADA LARAS



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 02/10/2020.

    Mitos yang selama ini beredar tentang Ibu Tiri yang dinilai Kejam serta sadis, ternyata kini di tahun 2020 akhir ini Ibu Asuh ternyata memegang predikat Terkejam dan Tersadis. Serta yang lebih luar biasa dan istemewa nya perlakuan hukum terhadap pelaku penganiayaan anak asuhnya. 

    Raskita Tarigan usia 8 tahun yang duduk di bangku siswi kelas 2 SD, bertempat tinggal di jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Diski Kota Binjai. Harus hidup menderita karena luka bakar yang dialami nya Cacat Permanen, beliau dibakar ibu Asuh nya bernama inisial Rus yang berpendudukan di Payaroba Kota Binjai. 

   Gadis Cantik yang terlihat cerdas harus menahan derita luka bakar dibagian leher, dada, perut, sampai tangan kanan nya. Ia sangat ingat betul apa yang dialami nya walaupun kejadian tersebut telah berlalu satu tahun yang lalu, tetapi gadis cantik itu masih sangat teringat jelas perlakuan ibu asuhnya kepada dirinya.

     Ketua DPD IPHI SUMUT (Ikatan Penasehat Hukum Indonesia) Mendatangi keluarga Laras untuk menyantuni dan memberi semangat kepada keluarga Laras. Saat awak media mewawancarai Bapak Ubat Riadi Pasaribu SH. MH selaku ketua DPD IPHI SUMUT beliau menegaskan " Dalam perkara ini Polisi tidak boleh tutup mata terhadap korban apalagi seorang anak yang sudah Cacat permanen akibat luka bakar yang di derita nya, tidak ada alasan untuk tindak pidana penganiayaan harus menghadirkan Saksi karena saksi bisa diambil dari hasil Visum ataupun keterangan korban dan tersangka.

    Lanjutnya, Tersangka bisa dikenakan pidana pasal 76c dan 80 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang perlindungan anak serta pasal 351 tentang penganiayaan kitab Undang-undang hukum pidana jadi ada 3 Pasal yang bisa dijeratkan kepada pelaku dengan ancaman 3 tahun ke atas dan tidak menutup kemungkinan itu ada perencanaan karena dalam peristiwa tersebut tangan dan kaki nya di ikat serta korek api sudah di siapkan sementara alat barang bukti sebagian sudah dibuang oleh si pelaku, jadi disini harus jeliih bagi pihak penyidik kepolisian dan bisa dibawa ke ranah perencanaan siapa tau ini ada perencanaan pembunuhan bisa terjadi karena melihat akibat luka yang di derita si korban cukup parah dan kita sangat miris melihatnya, Ujarnya Ubat Riadi Pasaribu SH. MH. (FH)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *