HEADLINE NEWS

Kategori

Kaum Milenial Indonesia Wilayah Karo, Diskus "MENEKAR MASA DEPAN KARO PASCA PILKADA.



KARO  |  kabar24jam.com 

Sabtu, 17/10/2020.

   Kaum Milenial Indonesia wilayah  Kab. Karo melaksanakan webinar sekaligus peringatan HUT kaum milenial Indonesia ke- 1 tahun dengan tema “Menakar Masa Depan  Karo Pasca Pilkada 2020. Acara tersebut dimoderatori oleh Vik. Arnilia Br Bangun, S.Th. dan menghadirkan empat orang narasumber, yakni Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E,. M.Si (Anggota DPD/ MPR RI), Arya M.

   Sinulingga (Staf Khusus Menteri BUMN), Pdt. Rehpelita Ginting, S.Th, M.Min (Sekretaris Umum GBKP) dan Elfanta Purba,S.E (Aktivis Muda Tanah Karo). Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari Jumat, 16 Oktober 2020, pukul 19.17 s/d 21. 45 WIB. Lewat Daring Zoom Meetings. Kegiatan ini sebagai panggilan kaum milenial Karo untuk mendiskusikan persoalan dan masa depan Karo yang lebih baik ujar Artinus Hulu,S.E selaku direktur wilayah Kaum Milenial Karo. 

    Dalam diskusi online tersebut, generasi Millennial saat ini menjadi harapan utama dalam menentukan arah perubahan. Disamping itu sejarah juga telah membuktikan bahwa peran pemuda dalam setiap perubahan adalah salah satu bagian terpenting. Demikian salah satu keaimpulan bersama pada Webinar yang dilakukan oleh KAMI (Kaum Milenial Indonesia) Wilayah karo. Terkai menakar masa deman tanah Karo pasca pilkada, Dr. Badikenita Br. Sitepu, S.E, menyatakan bahwa “Ada banyak maslah di tanah Karo akan tetapi dengan semangat kaum milenial kita mapu menakar masa depan tanah Karo yang labih baik. Pemuda harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai berkarya. Lebih kreatif lagi dan jangan lemah! Apalagi kalau sempat pemuda mudah diprovokasi dan selalu menyalahkan pemerintah. Ayok jangan selalu salah kan pemerintah tapi tanya apa yang bisa kaum muda lakukan untuk kemajuan." demikian ditegaskan oleh Badiakenita Br Sitepu. Ia mencontohan keberhasilan orang orang penemu Fb, amazon, WA dan Zoom. Itulah kekereatifan katanya. 

   Disamping itu Arya Sinulingga mengatakan bahwa Pemimpin kedepan harus seorang eksekutor, sebab Karo hari ini tidak butuh teori apalagi janji-janji. Maka poin ini penting jadi satu poin penilaian kriteria calon, tegasnya. Bahka ia meyakini kalau nantinya yang menang bukan eksikitor, maka ia meragukan perubahan karo kedepan. Arya M. Sinulingga menekankan 3 poin penting terkait pasca pilkada tanah Karo, yakni: 1) Karo ke depan sangat penting mencari seorang eksebutor; 2) Karo membutuhkan anak-anak muda kembali ke kampung halaman; 3) pencarian dana, strategi khusus untuk memajukan Karo. Pdt. Rehpelita Ginting selaku sekum moderamen GBKP menambahi, “Sebagai kaum milenial, kita harus tetap kritis, jangan hanya menjadi penonton pilkada tapi mampu menjadi pangawal. Perlunya mencari tahu visi dan misi paslon, serta mengawasi apakah anggaran pemimpin yang baru sesuai dengan visi dan misinya. Serta pentingnya meningkatkan sektor pariwisata dan pertanian. Dan memfasilitasi pemuda untuk berkarya serta pemberdayaan pemuda.” Ia juga menyoroti pentingnya peran kaum milenial dalam pembangunan kedepan. Pemuda karo yang lulus kuliah sebaiknya pulang kampung dan berkarya di kabupaten karo. Itu lebih baik daripada jadi buruh dikota. Sebab kita tidak kekurangan potensi yang bisa dikelola pemuda! Terangnya. Ia mencontohkan di samosir ada tamatan ITB yang pulang kampung dan jadi kepala Desa di salah satu Desa di samosir. Kiranya kaum milineal karo yang telah berhasil selesaikan studi harapannya dapat membangun kampung halaman. Ia sangat menyayangkan bahwa selama ini pemkab karo terkesan abai dengan pemuda. Ia memberi cobtoh bahwa pihak GBKP telah mengirim beberapa pemuda belajar pertanian ke Israel untuk kemudian bisa dipakai pemkab ilmunya dalam membangun pertanian di karo. Sayangnya pemkab tidak memakai ilmu mereka terangnya. Ia juga menyayangkan seringnya silpa APBD Kab. Karo dari tahun 2016-2018 silpa hampir 1 T ujarnya. 

   Elfanta Purba selaku Aktivis muda karo mengatakan bahwa saat ini karo sedang sakit berat, bayangkan saja mulai dari runtuhnya ekonomi petani jeruk karna lalat buah, dilanjutkan dengan bencana sinabung yang sampai hari ini belum ada kejelasan kapan berahir, ditambah colera babi yang membunuh ribuan ternak babi masyarakat serta pandemi saat ini. Maka tidak aneh ketika masalah di Karo semakin berat, mulai dari masalah ekonomi, sosial dan budaya. yang rentan terjerumus dalam penyalah gunaan narkoba dan judi sebagai pelampiasan. Elfanta Purba menekankan akan pentingnya memperhatikan sektor kebudayaan yanga da di tanah Karo.

    Beliau merasa kurangnya perhatian pemerintah akan sektor tersebut. Marilah jangan selalu menutut pemuda lebih kreatif sedangakn mereka yang sudah berkarya saja diabaikan. Lalu apa alasan pemuda lain yang didesa untuk percaya diri? tegasnya. (Wil)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *