HEADLINE NEWS

Kategori

Kapoldasu Martuani Sormin Paparkan Tangkapan Narkotika 8,3 Kg dan Senpi, diselingi Himbaun Hentikan Demo Anarkis.



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Senin, 12/10/2020.

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Drs Martuani Sormin  Paparkan tangkapan kasus Narkotika seberat 8,3 Kg pada Senin 12 Oktober 2020 pukul 14.00 Wib bertempat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut. 

   Adapun Pengungkapan Kasus Menonjol Tindak Pidana Narkotika jenis sabu Seberat 8,3 (Delapan Koma Tiga) Kg itu dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba ( Ditresnarkoba) Polda Sumut.

    Awalnya petugas mendapat  laporan informasi dari masyarakat pada hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020 sekira pukul 19.00 WIB dimana ada seorang laki-laki yang membawa Narkotika jenis sabu dari Tanjung Balai dengan tujuan medan dengan mengendarai mobil sedan Honda Accord warna biru dengan Nomor Polisi BK 1103 QJ. 

    Kemudian Petugas Kepolisian Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut langsung melakukan penyelidikan informasi tersebut dengan cara membagi anggota di titik-titik pemantauan yang diperkirakan akan di lintasi para terduga.

    Kemudian pada hari Jumat tanggal 09 Oktober 2020 sekira pukul 23.15 WIB, Petugas Kepolisian melihat 1 (satu) unit mobil yang dimaksud melintas di daerah Amplas Kecamatan Medan Amplas menuju ke kota medan.

    Tidak mau kehilangan jejak, Petugas melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut dan tepat di Jl. SM. Raja Persis didepan Stasiun Bus PT. RAPI, mobil berhasil dihentikan dan langsung mengamankan sang supir.

    Pada saat dilakukan penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti Narkoba namun dari pengakuan sopir bernama ASWAN Als. ASENG  (Inisial AN Als. AG) barang bukti Narkotika jenis sabu yang dicari sudah diserahkan lebih dulu  kepada seorang laki-laki yang mengendarai sepeda Motor  jenis Honda Beat warna Hitam. Disebutkan  Narkotika jenis sabu yang dibawa berada di dalam 1 (satu) buah tas berwarna merah.

    Tak menunggu lama, Petugas Kepolisian melakukan pengejaran, hingga sekira pukul 23.25 Wib di Jl. Jendral A. H. Nasution Kel. Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Kota Medan, tepatnya di pinggir jalan depan Salah satu sekolah  Prime One School, personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut  melihat  laki-laki yang dimaksud sesuai dengan ciri-ciri yang diinformasikan ASWAN Als. ASENG.

    Petugas mencoba memberhentikan sepeda motor yang dikendarai oleh terduga,  namun tidak dihiraukan dan semakin menambah kecepatan sepeda motornya.

    Petugas juga  mencoba memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali tidak di indahkan juga bahkan terduga melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senjata api dan  mengarahkan senjata itu  ke Petugas Kepolisian.

   Dengan keadaan terpaksa, petugas  memberi tindakan tegas, keras dan terukur kepada terduga dengan melakukan penembakan dan  jatuh dari kendaraannya. 

    Polisi langsung membawa terduga  ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan pertolongan medis, Sayangnya  pada saat diperjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara, terduga meninggal dunia.

    Saat  dilakukan penggeledahan 1 (satu) buah tas warna merah yang dibawa terduga,  ditemukan barang bukti berupa 7 ( tujuh) bungkusan besar dengan di Lakban warna silver kemasan Teh hijau merek Qing Shan berisikan narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan seberat 7 (tujuh) Kg.  Setelah ditelusuri  terduga pelaku tewas tersebut bernama MASIWAN Als IWAN.

    Pengembangan kasus dilakukan Kepolisian Pada hari Sabtu  10 Oktober 2020 sekira pukul 03.00 WIB.

    Petugas Kepolisian dari Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut itu menyasar kerumah tersangka ASWAN ALS ASENG di Tanjung Balai. 

    Pukul 06.40 WIB, Polisi  tiba di rumah tersangka ASWAN ALS ASENG di Jalan H. M. Nur No. 59 Desa pahang Kecamatan Bandar, Kota Tanjung Balai.

    Petugas lebih dulu  memanggil Kepling setempat sebelum  melakukan penggeledahan dirumah tersangka ASWAN Als. ASENG (Inisial AN Als. AG)

   Dari penggeledahan disana ditemukan dari kamar tidur tersangka ASWAN Als. ASENG  tepatnya dalam lemari yakni 1 (satu) bungkus plastik teh warna hijau yang bertuliskan tulisan cina merek Qing Shan berisikan Narkotika Jenis sabu seberat  1 (satu) Kg dan 3 (tiga) bungkus plastik klip tembus pandang berisikan Narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhannya seberat 300 (tiga ratus) gram. 

    Barang bukti tersebut disita dan dibawa ke Poldasu. Dalam Paparan tersebut Kapoldasu memperlihatkan barang bukti yang di sita dari para pelaku yakni Shabu seberat 8,3 Kg, 1 unit Sepeda Motor Metic Honda Beat, 1 unit Mobil Honda CCORD, dan 1 pucuk senjata api rakitan beserta peluru dikemas di dalam plastik bening.

    Tersangka di jerat Pasal 114  Ayat (2) Subs. Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). 

    Dalam paparan itu, Martuani  menyebut masyarakat terselamatkan karna penangkapan Narkotika golongan I jenis Sabu seberat 8,3 (delapan koma tiga) Kg tersebut, yakni anak bangsa sebanyak 83.000 (delapan puluh tiga ribu) Orang dengan asumsi 1 gram Sabu untuk 10 orang pengguna.

    Ditambahkannya, didapati 10 orang positif narkoba berdasarkan hasil tes urine terhadap pengunjuk rasa penolak Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus law).

    Martuani Sormin menutup paparannya dengan  mengimbau kepada para pelajar di Sumut  tidak ikut melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja walaupun di imingi imbalan.

    Dia juga meminta agar para pendemo penolak undang-undang Cipta kerja atau Omnibus Law tidak lagi melakukan aksinya dan menyarankan untuk melakukan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi yang merupakan hak bagi para masyarakat yang keberatan terhadap disahkannya undang-undang tersebut.

    Martuani juga membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap pelaku pelemparan batu dari atap gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara saat aksi demo buruh berlangsung beberapa hari lalu dan pelakunya disebut bukan oknum polisi melainkan security di DPRD.

Reporter : Berthon Siregar

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *