HEADLINE NEWS

Kategori

Didakwa Pencurian dengan Pemberatan, Advokat LBH Agung Keadilan : Cody Prianto Dipaksa Mengambil SP. Motor milik korban.



MEDAN  |  kabar24jam.com 

Jumat, 16/10/2020.

    Cody Prianto (19) terdakwa kasus pencurian dengan pemberatan mengaku kepada pengacara Lembaga Bantuan Hukum Agung Keadilan bahwa ia tidak mengetahui temannya  sudah merencanakan pencurian dengan cara korban dipepet dan ditendang.

    Pengakuan Cody Priyanto kepada Pengacara,  bahwa dia tidak mengetahui pada saat malam itu 26 Februari 2020 sekitar Pukul 00.15 Wib temannya mengajak dirinya untuk  melakukan pencurian terhadap seorang wanita bernama Dian Fitria yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio malam itu.

     Advokat LBH Agung Keadilan kepada wartawan (13/10/2020),  Cody Prianto ketakutan terhadap 3 orang temannya sebagai pelaku dan perencana perampokan malam itu.

    Diaman Cody saat malam itu diajak oleh 3 orang temannya yakni  Edy Syahputra, Halim (DPO), dan Feri (DPO) tanpa memberitahu kepadanya akan melakukan pencurian.  Cody diajak temannya dengan alasan jalan jalan.

    Karena Cody tidak menaruh curiga kepada ke 3 orang temannya tersebut, akhirnya dia menuruti ajakan ke 3 temannya tersebut dan memberikan sepeda motornya di dikendarai oleh Fery , sementara  Feri (DPO) yang memboncengi Cody.

   Ternyata ke 3 temannya sdh merencanakan malam itu akan melakukan aksi pencurian dan mengincar pengguna sepeda motor yang melintas sendirian.

    Pada malam dini hari tersebut, Pelaku yang melakukan eksekusi terhadap korban Dian Fitria adalah Halim dan Edy yang mengendarai sepeda motor Honda Vario namun tidak ingat nomor polisi/BK tersebut.

    Setelah korban terjatuh, temannya pergi begitu saja dan Cody Prianto dipaksa turun oleh Fery yang mengendarai sepeda motor milik Cody prianto, Fery paksa turunkan Cody prianto untuk  mengambil sepeda motor milik korban yang sudah terjatuh.

    Karena takut saat itu, Cody Prianto terpaksa mengambil sepeda motor milik korban tersebut karena jika tidak, maka sepeda motor Cody tidak dikembalikan oleh temannya yang merupakan pelaku.

   "Cody Prianto ini korban dari rekan rekan nya sendiri untuk ikut melakukan kejahatan tersebut (dijebak) karena terlihat Cody masih lugu dan mudah nurutin" ujar Fendi Lauha,SH sebagai Penasihat Hukum Cody Prianto melalui pesan WhatsApp (06/10/2020)

    "Menurut Cody Prianto ini, rencana kejahatan ini diluar dugaannya" tambah Fendi.

    Fendi Luaha, SH mengatakan kalau Cody Prianto sebenarnya bukanlah pengangguran melainkan bekerja sebagai cleaning service di sebuah perusahaan di kawasan industri Medan (KIM)  dibuktikan dengan slip gaji. Cody Prianto tidak memiliki rekam jejak dalam tindak kejahatan apapun.

   Cody Prianto berharap majelis hakim dapat memberikan hukuman yang seadil-adilnya dan Cody berharap bisa bebas dirinya dari segala tuntutan hukum karena Cody hanya dipaksa oleh Fery untuk mengambil sepeda motor milik korban (Dian Fitria).

   "ini hanya mimpi saya dan mimpi saya ini menitipkan permohonan kepada Majelis hakim yang Mulia" kata Cody ditirukan Fendi Lauha,SH berharap Majelis Hakim mengabulkan permohonannya. 

   Sekedar informasi bahwa Cody Priyanto didampingi oleh penasehat hukum dari Lembaga Bantuan hukum Agung Keadilan, pada tanggal 07 Oktober 2020. 

    Adapun PH yang mendampingi Cody Prianto berjumlah 3 orang yakni : Fendi Luaha, S.H sekaligus sebagai Direktur YLBH Agung keadilan, Jan Morado Sirait, S.H., dan Bambang Sujatmiko, S.H. Masing-masing kesemuanya merupakan pengacara Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Agung Keadilan.

   YLBH Agung Keadilan (AK) diketahui merupakan  Badan Hukum para advocad yang hadir dengan Visi Misi memberikan akses bantuan hukum kepada Masyarakat kecil dan termarjinalkan.

REPORTER : BERTHON SIREGAR

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *