HEADLINE NEWS

Kategori

Diberitakan Ratu Shabu, Sariyanti Mengaku Dijebak, Minta PN Lubuk Pakam Adil "Narkotikanya Nihil"



DELI SEDANG  |  kabar24jam.com 

Sabtu, 03/10/2020.

   Ibu Rumah Tangga yang masih memiliki tanggungan anak di bawah umur bernama Sariyanti alias Yanti (43), warga dusun XI Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, pernah diberitakan sebagai ratu Shabu oleh media online di Sumatera Utara sekitar bulan april  lalu tidak terima atas pemberitaan tersebut.

    Yanti mengaku dirinya sengaja di jebak seseorang yang tak lain adalah teman satu kelompok Tani yang belakangan temannya tersebut sudah ditetapkan DPO berdasarkan surat dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Deli Serdang .

   Kepada wartawan usai sidang di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam (01/10/2020), Sariyanti mengaku sehat.

    Dia mengatakan kasusnya tersebut janggal dan menyebut dirinya sengaja di jebak.  

   Dia juga mengaku heran kenapa dirinya diberitakan sebagai pengedar Narkotika oleh Media online.

    Diceritakannya singkat,  bahwa saat polisi datang ke TKP penangkapannya, polisi bertanya kepadanya mencari Rasulum (DPO).   Namun Rasulum sudah pergi beberapa menit sebelumnya.  Sariyanti lantas di tangkap bersama keponakannya dan polisi menemukan barang bukti  plastik asoy yang didalamnya terdapat bunga dan pipet serta mancis dan jarum, tanpa adanya Narkotika,.

    Sariyanti heran kenapa di dalam plastik asoy tersebut ada barang lain.  Sementara  bunga itu merupakan hasil panen dari bertani, Ia menduga Rasulum memasukkan barang tersebut ke plastik asoy yang sebelumnya hanya berisi petikan bunga.

    Sariyanti mengatakan sebelum polisi datang Rasulum menelpon dirinya supaya datang ke TKP penangkapan untuk keperluan membahas kelompok Tani. Sariyanti mengaku heran saat kedatangan polisi setelah Rasulum pergi.

    Hingga berita ini di publikasikan belum ada kabar penangkapan Rasulum.  Sariyanti berharap polisi secepatnya menangkap Rasulum yang sudah menyandang status DPO.

    Sariyanti meyakini dirinya dijebak oleh Rasulum.  Ia pun heran mengapa dirinya dijerat dengan pasal pengedar yang ancaman hukumannya maksimal 20 Tahun penjara sementara Barang yang mirip/Narkotika tidak ada pada penguasaannya saat itu.

    Sariyanti sudah  ditahan sejak April 2020 lalu bahkan penyidik sampai minta perpanjangan penahanannya sampai kepada Ketua Pengadilan Negeri Lubuk Pakam.

     Kini Sariyanti lebih banyak berdoa di dalam penjara dan berharap proses perkara Narkotika yang di embannya berjalan dengan penuh Kejujuran dan keadilan.

    Sariyanti mengatakan mengutuk orang-orang yang menzolimi dirinya hingga ia dipenjara dan 2 orang anaknya masih di bawah umur tidak ter urus olehnya.

    Sariyanti juga meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia  dan Komisi Yudisial Republik Indonesia mengawasi proses persidangan di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam terhadap perkaranya dengan Nomor : 2019/Pid.Sus/2020/PN Lbp agar tercapai kebenaran dan keadilan yang jujur dalam pemeriksaan para saksi nantinya dan dalam memutus perkara dirinya dilakukan dengan cara yang jujur dan berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa..

    Sementara salah satu  pengacara Sariyanti alias Yanti dari Kantor Hukum "M.Ardiansyah Hasibuan.,SH.,MH dan Rekan', Iwan Wahyudi,SH meyebut bahwa Dakwaan jaksa penuntut Umum Kejaksaan Negeri Deliserdang tidak jelas alias kabur.

   Iwan menjelaskan ke kaburan dari nota dakwaan jaksa terletak pada tidak di jelaskaannya peran terdakwa Sariyanti dalam perkara Narkotika tersebut terkait Pasal  112 ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    Dikatakannya, Jaksa membuat surat Dakwaan tidak jelas, tidak lengkap, dan tidak cermat karena tidak jelas secara lengkap dalam surat dakwaan  bagaimana terdakwa Sariyanti melakukan pelanggaran seperti pasal yang didakwakan.

    Walaupun demikian Iwan mengaku menerima apapun putusan Majelis Hakim dalam putusan sela minggu depan, dimana Sidang dengan agenda Putusan Sela akan di Gelar Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pada Kamis 08 Oktober 2020 mendatang.

Reporter : BERTHON SIREGAR

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *