HEADLINE NEWS

Kategori

PT Pos Indonesia Bohongi Publik Soal Covid 19.



MEDAN | kabar24jam.com

Kamis, 24-09-20.

   PT Pos Indonesia Regional I dinilai sudah melakukan pembohongan publik, soal mengganasnya pandemi covid 19 di Medan, khususnya di Kantor Pos Medan.

   Dalam keterangannya kepada Kabar 24 jam (22/9), Erwan M, Wakil Kepala Kantor Pos Medan menjelaskan bahwa sudah ada dua orang pegawai positip Covid 19. Satu di Kantor Pos Medan dan satu di Kantor pos cabang Denai.

   Tindakan yang diambil adalah melapor kepada atasan yaitu Kepala Regional I Sumut-Aceh, melakukan Rapit test kepada seluruh pegawai dan penyemprotan disinfectan di ruangan-ruangan kantor.

   Sementara, menurut keterangan Kordinator wilayah Sumut Komando Pengendalian Stabilitas Ketahanan Nasional, Pers Informasi Negara RI (KPSKN PIN RI), Taulim P. Matondang yang juga pengamat sosial di Sumut, bahwa PT Pos Indonesia telah melakukan pembohongan publik.

   Menurut Taulim, dalam masa pandemi ini, menurut informasi yang dihimpun, sudah ada 4 orang terpapar covid 19. Dua di Kantor pos Medan, satu di kantor pos Sei Agul satu dan satu di Kantor pos Denai.

   Tentang Rapit test yang dikatakan Erwan, itu tidak benar. Bahkan untuk menyediakan pencuci tangan pun tidak ada. Kalau ada dimana diletak, coba anda para wartawan keliling ke kantor-kantor pos, ada atau tidak disediakan bak cuci tangan,? kecuali Agen Pos di Medan Baru, jelas Taulim.

   Masalah Covid 19 adalah masalah serius yang mengancam jiwa manusia setiap saat. Jadi jangan anggap remeh atau takut keluar dana. Kita bisa lihat, dibeberapa instansi pemerintah di Medan, bila ada pegawainya terpapar covid 19, langsung kantor ditutup dan dilakukan rapit test massal untuk seluruh pegawai. Saya melihat, hal itu tidak ada dilakukan di PT Pos, seolah-olah menjadikan hal itu tanggungjawab pribadi.

   Sementara pemerintah telah menjadikan ini sebagai bencana nasional yang harus ditanggulangi bersama.

    Seharusnya PT Pos Indonesia mengutamakan keselamatan jiwa karyawan terutama saat pembayaran BST ini.

   Semua bisa lihat, setiap pembayaran BST masyarakat tetap berkerumun tanpa jarak. Jangan lihat pembayaran di Kantor pos Medan aja.

   Sebaiknya, PT Pos Indonesia melaporkan juga kejadian ini kepada Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kota Medan atau Provinsi Sumut, agar dapat dibantu dan jangan ditutup-tutupi kasus Covid 19 ini, tutup Taulim (FH)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *