HEADLINE NEWS

Kategori

Walikota Medan Nonaktif T.Dzulmi Eldin Dituntut 7 Tahun



Medan Kabar 24 Jam.Com
Medan-Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin (59) terdakwa kasus
menerima duit suap Rp2,1 miliar dari para kepala dinas (kadis) atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan dituntut hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi  (KPK) di ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Medan  secara online Kamis (14/5)

Selain itu, dalam amar tuntunnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK juga meminta majelis hakim yang di ketuai Abdul Azis memberi hukuman tambahan kepada walikota periode 2015-2021 berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun.

"Terdakwa terbukti bersalah menggar dakwaan primair, pidana Pasal 12 Huruf a UU No. 31 Tahun 1999 diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP, telah memenuhi unsur,"sebut Jaksa KPK

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan berikut petunjuk seperti rekaman percakapan via ponsel, pesan dan gambar WhatsApp (WA), terdakwa Eldin tanpa hak atas jabatan yang diembannya sebagai Walikota Medan bersama-sama dengan Samsul Fitri (terdakwa pada berkas terpisah) selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Protokol Bagian Umum Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Medan menerima duit suap Rp2,1 miliar dari para kepala dinas (kadis) atau kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemko Medan.

Di antaranya untuk keperluan terdakwa ketika melakukan kunjungan ke Tarakan, Kalimantan Timur dan kerjasama Kota Kembar (Sister City) ke Kota Ichikawa Jepang. 

"Terdakwa seyogianya tidak perlu meminta uang kepada para kadis atau kepala OPD melalui Samsul Fitri untuk keperluan terdakwa ketika melakukan kunjungan ke Tarakan, Kalimantan Timur dan kerjasama Kota Kembar (Sister City) ke Kota Ichikawa Jepang. Melainkan menggunakan dana sebagaimana dianggarkan pada APBD Kota Meda,"sebut Jaksa KPK

Setelah mendengarkan amar tuntutan itu, hakim ketua melanjutkan persidangan dua pekan mendatang dengan agenda mendengarkan nota pembelaan (pledoi) dari tim penasihat hukim (PH) maupun terdakwa T Dzulmi Eldin.(Red)


Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *