HEADLINE NEWS

Kategori

Terdakwa Narkoba Memelas Mohon Keringanan Hukuman Dengan Gunakan Bahasa Batak Toba, Majelis Hakim Tertawa



Kabar 24Jam.Com
Medan-Sidang perkara kasus narkoba jenis sabu dengan terdakwa Jupri Alwi Simanjuntak alias ucok  berlangsung riuh dan bahkan tak sidikit pengunjung sidang tertawa.Pasalnya terdakwa sambil memelas memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim yang menyidangkan perkaranya menggunakan bahasa Batak Toba. 

"Asi Roham Bapak majelis hakim," bilang terdakwa mengatakan kepada majelis hakim yang diketuai Ahmad Sayuti sesaat setelah dirinya diperiksa dengan agenda persidangan mendengar keterangan terdakwa dalam persidangan online video teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Medan kemarin sore.

Spontan setelah terdakwa memelas memohon meringanan hukuman dengan menggunakan bahasa batak yang artinya 'kasihanilah aku bapak', baik majelis hakim, JPU Flowrin Harahap, penasehat hukum terdakwa, awak media dan para pengunjung sidang tertawa.

"Tak biasanya seorang terdakwa memohon keringanan hukuman dengan menggunakan bahasa batak toba di muka persidangan. Jadi rasanya lucu didengar," ucap Robert, salah satu wartawan media online di Kota Medan yang kerap meliput di PN Medan. 

Pantauan wartawan, hakim Ahmad Sayuti hanya tertawa dan tidak menjawab permintaan terdakwa. Dipersidangan itu, Alwi mengaku hanya disuruh mengantar sabu-sabu oleh seorang pria dengan nama panggilan Si Lek. Dia membantah disebut kerap membeli sabu kepada Si Lek yang dijadikan DPO oleh aparat kepolisian. 

"Saya tidak beli dari Si Lek pak hakim. Biasanya saya ditelepon dan disuruh mengantarkan sabunya kepada seseorang. Setelah barangnya diantar saya akan diteleponnya dan dikasih upah Rp300 ribu,"ucap Alwi dalam pengakuannya. 

Sedangkan dalam keterangan dua polisi yang menangkap Alwi, mengatakan bahwa terdakwa ditangkap di Jalan Pasar 7 Tengah Desa Hutan, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (17/10/2019). Penangkapan itu, berawal dari informasi masyarakat yang menyebut terdakwa kerap mangkal di salah satu warung internet (warnet) diwilayah tersebut mengedarkan sabu.

Pada saat ditangkap, terdakwa buru-buru membuang satu paket sabu dengan berar 8,9 gram yang dikemas dalam plastik transparan. Namun, petugas melihat dan berhasil menemukan barang haram itu. 

"Ketika disergap si terdakwa buru-buru mau membuang barang buktinya 8,9 gram sabu pak hakim. Kami kemudian mengamankan barang bukti dan menginterogasinya," urai Hendrik, salah satu saksi dari Polda Sumut. Saat ditangkap, terdakwa mengaku hanya disuruh mengantar sabu kepada seseorang oleh Si lek. Dalam pengembangannya, polisi tak berhasil menangkap Si Lek dan menetapkan status DPO. 

Atas perbuatan terdakwa, JPU Flowrin Harahap dari Kejati Sumut menjerat terdakwa dengan Pasal 114 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 112 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *