HEADLINE NEWS

Sikat Duit Rp 10Juta, Komplotan Pencopet Modus Pijat Penumpang Angkot Diciduk Tekab Polsek Patumbak


Kabar 24 Jam.Com
Medan- Aksi komplotan pencopet dengan ‘modus’ pijat di bagian kaki yang kerap diderita penumpang mobil angkutan kota (angkot), berhasil diciduk Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak.

Alhasil, komplotan yang kerap beraksi di wilayah hukum Polsek Patumbak, Polrestabes Medan yang berjumlah tiga orang pelaku terdiri dari dua pria dan satu wanita saat ditangkap hanya bisa pasrah.

Adapun para pelaku masing-masing, Roni Nahot Tobing (68) warga Helvetia bersama dua rekannya yakni Marudut Sihombing (40) warga Medan Amplas dan seorang wanita Lilianty Purba (38) warga  Medan Tuntungan.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SH, SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung SH, Senin (11/05) sore
menjelaskan,kasus ini cukup meresahkan masyarakat karena komplotan ini tidak segan-segan menghabiskan harta benda korbannya.

"Mereka bermain satu tim, bergerak menggunakan satu unit mobil Avanza
warna hitam BK 1686 HX yang dirental
,"sebut Gindo.

Iptu Gindo membeberkan, terungkapnya aksi komplotan ini berawal dari laporan korban Eko Saputra Sitanggang yang mengaku harta bendanya berupa duit tunai
Rp10.000.000,- raib dari saku celana sebelah kirinya saat menaiki angkot Medan Bus 06 dari Jalan SM. Raja simpang Amplas Medan

" Dari keterangan korban pada hari Kamis (30/04/ 2020 korban menaiki angkot Medan Bus 06 dari Jalan. SM. Raja simpang Amplas Medan, tidak berapa lama naik juga dua orang pria dan seorang perempuan ke dalam angkot tersebut," jelas Gindo.

Kemudian kata Gindo, salah seorang pelaku menanyakan kepada korban apakah korban menderita penyakit, lalu pelaku pura-pura memijat-mijat kaki korban serta menghentak-hentakkannya. Pada saat dikusuk korban merasa seperti dihipnotis dan tidak menyadari bahwa uang dari dalam sakunya telah dicuri oleh pelaku. 

Kemudian tepatnya di daerah simpang Limun satu persatu pelaku turun dari dalam angkot, dan saat itu korban belum sadar. Pada saat angkot melintas di Jalan Juanda korban sadar bahwa duit yang berada di saku sebelah kirinya sebanyak Rp 10.000.000,- telah dicuri oleh pelaku. 

"Menurut pengakuan korban Duit Rp 10.000.000," tersebut adalah milik perusahaan ditempat korban bekerja. Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan membuat laporan pengaduan di Polsek Patumbak,"sebut Gindo menambahkan.

Setelah mendapatkan laporan pengaduan, Tim Anti Bandit Polsek Patumbak langsung turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan. Kemudian dari ciri-cirinya akhirnya diketahui identitas para pelaku.

Selanjutnya jelas Gindo, Tim yang pimpinan Kanit Reskrim Iptu Gindo Manurung, SH didampingi Panit Reskrim Iptu Ikhwanuddin Nasution, SH, MH bergerak dan melakukan pencarian terhadap para pelaku, akhirnya para pelaku berhasil ditangkap, Kemudian para pelaku dan barang bukti dibawa ke komando untuk proses penyidikan lebih lanjut.

"Pada saat kita melintas di Jalan. SM. Raja Simpang Amplas tepatnya di bawah flyover, kita  melihat seorang pelaku bernama Roni Nahot Tobing sedang duduk-duduk di depan salah satu toko hendak melancarkan aksinya lagi, sedangkan dua orang pelaku lainnya Marudut Sihombing dan Lilianti Purba menunggu di dalam Mobil Avanza warna hitam BK 1686 HX,"beber Gindo. 

Lebih lanjut Gindo menuturkan, 
dari  para pelaku ditemukan barang bukti 1 unit mobil Avanza warna hitam BK 1686 HX, 3 buah cincin rmas palsu, duit tunai Rp 1.520.000,- 2 unit HP merk Nokia, 1 unit HP merk Samsung warna biru, 2 unit jam tangan merk Devon dan Adidas, 2 buah anak kunci mobil, 5  buah Tas Ransel, 3 buah dompet dan 3  lembar KTP pelaku.

"Kita masih kembangkan kasus ini terutama untuk mendata berapa kali komplotan ini beraksi, untuk ketiga pelaku dipersangkakan dengan pasal 363 KUHP," pungkasnya

Ditempat terpisah Informasi
diperoleh menyebutkan komplotan pencopet bermodus hipnotis dan pijat di dalam angkot yang dipimpin Roni Nahot Tobing sudah beraksi cukup lama dan banyak korbannya. 

"Saking lama dan banyaknya tidak dapat terhitung lagi karena setiap hari minimal 3 sampai 4 kali beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan dan Deli Serdang,"kata seorang pria yang mengaku bermarga Sitorus.

Menurut sumber bermarga Sitorus,
mereka dengan menggunakan mobil rental selalu main dari kawasan SM Raja Amplas, Medan Kota, Sunggal Medan Baru, Delitua, Percut Seituan dan kota Medan sekitarnya,

Bahkan sebut Torus, menambahkan mereka sering juga main ke daerah-daerah seperti Tebing Tinggi, sampai Amplas, dari Binjai ke Pinang Baris.

"Setau ku kerjaan mereka setiap harinya memang ngegas penumpang angkot yang ada di dalam kota maupun dari luar kota,dan mereka juga sudah keluar masuk penjara"sebut Sitorus.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *