HEADLINE NEWS

Sidang Korupsi Kapal Wisata Dairi Rp359 Juta, Ketua PHO : Kapalnya Sudah Ditukar







Kabar 24 Jam.Com
Medan-Sidang kasus korupsi Pekerjaan Pengadaan Kendaraan Angkutan Air Bermotor jenis Kapal Laut (Kapal Wisata) pada Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Perhubungan Pemkab Dairi APBD TA 2008 sebesar ,Rp359 juta  secara online kembali digelar di ruang sidang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan Senin (18/5) sore.

Pada sidang kali ini Giliran Tumbur M Simbolon selaku Ketua Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO) dan Sekretaris Pengadaan Barang dan Jasa (Kapal Wisata) Jamidin Sagala dihadirkan JPU dari Kejari Dairi Dawin Sofian Gaja sebagai saksi terhadap terdakwa Party Pesta Oktoberto Simbolon (49). selaku Ketua Pengadaan Kapal Wisata.

Tumbur M Simbolon yang ditanya JPU dalam keteramgannya mengatakan, semula tidak ada masalah tentang pekerjaan pengadaan Kapal Wisata Pemkab Dairi yang tendernya dimenangkan CV Khayla Prima Nusa (KPN) tersebut.

Bahkan katanya pada tanggal 14 Desember 2008 dirinya bersama  unsur pengawas pekerjaan dan Nora Butarbutar, selaku Wadir CV KPN telah menyaksilan Kapal Wisata yang semestinya menjadi aset kebanggaan Pemkab Dairi itu lagi bersandar di Dermaga Ajibata.

Dari layar TV saksi kembali menjelaskan, pada saat itu pula secara administrasi dilakukan serah terima pekerjaan dari rekanan CV KPN kepada tim PHO. Sebab secara fisik kapal tersebut telah memenuhi spesifikasi. Sedangkan serah terima fisik kapal menurut rencana dilakukan pada 10 Januari 2009.

Tumbur menyebutkan, sebab Pardamean Silalahi selaku Kadis Kebudayaan Pariwisata dan Perhubungan ketika itu menyarankan agar kapal tidak dibawa ke Pelabuhan Silalahi pada hari itu dikarenakan masih ada lagi pekerjaan perapian kapal yang perlu dikerjakan rekanan.

Namun ketika dicecar dengan pertanyaan oleh majelis hakim yang di ketua Syafril Batubara, saksi langsung menjawab bahwa tim sangat terkejut ketika melihat kapal yang bersandar di Dermaga Ajibata bukan kapal yang ditunjukkan rekanan 4 hari sebelumnya.

"Kapal itu sudah ditukar sama
rekanan Yang Mulia. Kami tidak mau menerima penyerahan barangnya karena tidak sesuai dengan spek pekerjaan dan sampai sekarang tidak ada dilakukan serah terima fisik pekerjaan (Kapal Wisata) tersebut
," ungkap saksi kepada majelis hakim 

Padahal jelas saksi lagi, tim ketika itu sudah membawa serta nahkoda untuk dibawa kapal ke Pelabuhan Silalahi karena menurut rencana tertanggal 10 Januari 2009 akan diresmikan Master Tumanggor, Bupati Dairi ketika itu.

Sementara ditempat yang sama saksi lainnya Jamidin Sagala tidak banyak memberikan keterangan dan mengaku lupa. Seingat saksi, terdakwa pernah ditunjukkan gambar (foto) kapal wisata. Namun secara fisik dirinya tidak.pernah melihatnya.

Menyekapi keterangan kedua saksi  lalu majelis hakin mengkonfrontir, hanya saja terdakwa Party Pesta Simbolon membantah keterangan kedua saksi soal pernah membagi
kan foto kapal wisata tersebut. 

Mendengar sikap terdakwa Party Pesta Simbolon, lalu kedua saksi kepada majelis hakim menyatakan tetap pada keterangan yang  disampaikan.

Usai mendengarkan keterangan kedua saksi, dan terdakwa, majelis hakim Syafril Batubara menunda persidangan, Senin (8/6/2020) untuk menghadirkan 3 saksi lainnya. Yakni mantan Kadis Pardamean Silalahi (lebih dulu divonis MA pidana 6 tahun penjara), rekanan Nora Butarbutar (divonis di Pengadilan Tipikor Medan pidana 6 tahun dan 10 bulan penjara) serta Jinto Barasa (sudah menghirup udara bebas).

"Untuk mantan Kadis sekarang masih di Rutan Tanjung Gusta Medan, Nora di Rutan Wanita Medan. Tapi nanti kita usahakanlah bagaimana caranya bisa dihadirkankan di persidangan atau secara teleconference," bilang JPU ketika ditanya awak media usai sidang.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *