HEADLINE NEWS

Kategori

Sebelum Terjadi Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Jefri Pernah Dua Kali Bawak Zuraidah Kerimah Rini


Kabar 24Jam.Com
Medan-Sidang lanjutan kasus dugaan pembunuhan berancana Hakim Pengadilan Negeri (PN)Medan Jamaluddin dengan terdakwa 
Zuraida Hanum, bersama M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi selaku 'eksekutor'  kembali digelar dengan agenda mendengarkan empat orang saksi dua diantaranya Rini Siregar dan M Ivan yang tak lain merupakan Ibu dan abangnya Reza Fahlevi

Dalam kesaksiannya, Rini Siregara selaku Ibu kandung Reza Fahleve dan Ibu tiri M Jefri saat memberi keterangan menyebutkan bahwa Zuraida Hanum pernah datang
dibawak Jefri ke rumahnya sebanyak dua kali.

"Ada dua kali si Jepri datang bersama Zuraidah Hanum ke rumah kami, ketika mereka datang saya sajikan makanan sesudah itu saya tinggalkan mereka berdua,"ucap Rini Siregar dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 8 PN Medan, Jumat (08/05).siang

Mendengar pernyataaan Rini, lalu
Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik menanyakan apakah saksi Rini tidak menanyakan kepada Jefri siapa Zuraida, apakah Zuraidah masih status masih mempunyai suami atau tidak?, menjawab pertanyaan majelis hakim, Rini mengatakan pernah menanyakannya kepada Jefri tentang Zuraida.

Ketika saya tanyakan Jepri mengaku kalau Zuraida memang berstatus istri orang. Tapi Jefri tidak mengatakan kalau Zuraidah istri seorang hakim.

Selanjutntnya mendengar pengakuan Jefri lalu Rini selaku ibu (mamak)
mengingatkan Jepri agar hati-hati, karena wanita yang dibawanya itu istri orang. Lalu waktu itu Jepri mengatakan 'Iya Mak'.

Sementara itu, anggota majelis hakim sempat bertanya tentang hubungan Rini dengan Jepri?. 

Menjawab pertanyaah itu, kemudian Rini mengatakan, bahwa Jepri adalah anak tirinya, dimana sewaktu menikah dengan Khairil Anwar ( Ayah Jefri) telah punya anak dua yakni Jepri dan Feby sedangkan dari pernikahan dengan Khairil dikarunai tiga orang anak yakni, Ivan, Reza dan Iqbal. 

"Jadi antara Jefri dan Reza serta anak-anaknya yang lain satu ayah lain ibu,"sebut Rini

Walau demikian sebut Rini, kalau anak-anaknya ini sangat kompak dan saling membantu. Bahkan si Jefri sering berkunjung ke rumahnya. 

"Tidak ada hal yang aneh, karena dari dulu mereka memang kompak, dan setahu ssya si Jefri ini anaknya baik dan tidak pernah berbuat onar,"
ucapnya.

Sementara itu, Ivan (Adik tiri Jefri) juga menyatakan tak jauh berbeda dengan ibunya Rini, yang menyebutkan Jefri sering datang ke rumah dan menitipkan satu unit Honda Vario dirumah.

"Jadi siapa saja, boleh pakai, saya sendiri, Reza maupun Iqbal,"ucapnya.

Sedangkan Kasi Pidum Kejari Medan, yang juga penuntut umum, Parada Situmorang pada persidangan itu menanyakan apakah sewaktu mendengar kabar ada Hakim yang meninggal dan Zuraida beberapa kali tampil di TV, ada ngak merasa curiga?,.

Menjawab itu Rini menyatakan tidak ada menaruh curiga, namun ia sempat bertanya kepada Jepri, apa yang tampil di TV itu adalah wanita yang pernah datang ke rumahnya.

"Saya tanyakan kepada Jefri, kalau ngak salah ini wanita yang pernah datang ke rumah kita kan,"tanya Rini pada Jefri, yang kemudian di jawab oleh Jepri, iya mak.

Sementara itu dua saksi lainnya, Abdul Hadi dalam keterangannya membenarkan bahwa Zuraida pernah beberapa kali datang ke kompleks Graha Johor.

Sedangkan Jefri sudah sering berkunjung ke rumah Feby. "Sering ke rumah Feby, karena dari informasi pembantu rumah atau orang yang bekerja dengan Feby, menerangkan Feby dan Jefri adalah adik beradik,"
ujarnya.

Namun yang paling diingatnya saat tanggal 28 November 2019, sekitar pukul 18.30, terlihat jelas mobil Camry yang dikemudikan Zuraida Hanum memasuki kompleks Graha Johor dan berhenti di depan rumah Feby dan langsung mengajak kedua orang yakni Jefri dan Reza.

Sementara itu, Agustine Munthe penjual minyak eceran membenarkan kalau ia melihat wajah terdakwa Reza saat membeli minyak bensin diwarung miliknya.

"Benar pak hakim, waktu itu dia memang beli minyak. Dan selain dia ada mobil yang berhenti tak jauh dari kereta Reza,"ungkap Agus sembari menegaskan tidak melihat nomor plat polisi dengan alasan tidak fokus karena mengisi bensin.

Sementara pantauan awak media, sejak awal persidangan perkara pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin atau akrab disapa Pak Jamal, berlangsung secara teleconference kerap kali harus bersuara lantang, minta agar pihak Rutan Wanita Tanjung Gusta Medan tenang. Sebab beberapa kali suara bising sehingga menganggu konsentrasi.

Begitu juga untuk penasehat hukum Jefri dan Reza yang sering menanyakan pertanyaan yang sama padahal sudah ditanyakan majelis hakim maupun jaksa

Erintuah Damanik, selaku Ketua Majelis Hakim menyidangkan perkara dugaan pembunuhan  berencana terhadap Hakim PN Medan Jamaluddin meminta tim JPU berkoordinasi dengan pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA dan Rutan Perempuan Klas IIA Medan, agar nantinya bisa menghadirkan ketiga terdakwanya di persidangan.

Permintaan itu disampaikan langsung kepada tim JPU dari Kejari Medan dimotori Parada Situmorang di penghujung sidang lanjutan 

 "Beberapa waktu lalu kita minta (secara informal, red) Pak Jaksa agar koordinasi dengan rutan supaya pada persidangan akan datang ketiganya dihadirkan untuk didengarkan keterangannya sebagai saksi sekaligus sebagai terdakwa," kata Erintuah.

Menyikapi hal itu, Parada Situmorang yang juga Kasi Pidum Kejari Medan memberikan isyarat dengan menganggukkan kepala.

 Diketahui selama persidangan berlangsung ketiga terdakwa yakni Zuraida Hanum, juga istri korban yang berada di Rutan Perempuan serta kedua terdakwa 'eksekutor' M Jefri Pratama dan M Reza Fahlevi (sama-sama berada di Rutan Medan) lewat monitor kerap kali menyatakan suara saksi yang dihadirkan di persidangan tidak jelas atau putus-putus(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *