HEADLINE NEWS

Suhu 38 Badan Derajat, Mantan Kadisnaker Tobasa Terdakwa Kasus Korupsi tak Diizinkan Ikuti Sidang Korupsi


Kabar24Jam.Com
Sabtu 05/04/2020
Medan-Mantan Kadisnaker Tobasa Tumpal Sianturi terdakwa kasus korupsi hanya bisa melamun di luar gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan karna tak diizinkan mengikuti sidang lanjutan. Pasalnya terdakwa ketika dideteksi petugas satpam PN Medan, suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius.

Sedangkan terdakwa yang sama (satu berkas) yakni Nalom Sianipar setelah menjalani pemeriksaan suhu badan langsung,diizinkan petugas satpam memasuki pengadilan. Sabab suhu tubuhnya 37,1 derajat Celcius.

Namun walaupun telah ditunggu beberapa menit  terdakwa Tumpal Sianturi yang sempat duduk di tangga depan pengadilan. Saat kembali dicek, suhu tubuhnya juga masih tetap tinggi. Yakni 37,7 derajat Celsius.

Menyikapi hal itu Kasi Pidsus Kejari Tobasa Hiras yang mendampingi kedua terdakwa kemudian melaporkan kejadian itu ke majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut.

Akhirnya, setelah beberapa waktu di diskusikan dan di karena berkas perkara kedua terdak satu berkas, maka sidangnya terpaksa ditunda.

Sementara itu Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (3/4) siang, mengatakan, kemungkinan kondisi terdakwa Tumpal ketika itu sedang drop.

“Mengenai ada tidaknya indikasi terinfeksi Covid-19 (Virus Corona) bukan kompetensi saya. Barangkali pihak medis seperti di Rutan Tanjung Gusta Medan lah yang berkompeten,” pungkasnya.

Diketahui dalam dakwaan JPU, sebelumnya, mengatakan, proyek tersebut tidak melakukan identifikasi kebutuhan yang diperlukan masyarakat melalui mekanisme usulan dan survei dari setiap desa. Dan juga langsung menunjuk beberapa desa sebagai lokasi pelaksanaan padat karya. Dilakukan tanpa melalui verifikasi ataupun persyaratan, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja Tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Kegiatan Padat Karya Infrastruktur. Dan bahkan di 17 desa pekerjaannya diserahkan kepada pihak ketiga.

Laporan investigasi lapangan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Universitas Sumatera Utara Fakultas Teknik tanggal 18 November 2019, kerugian keuangan negara sebesar Rp264 juta lebih.

Kedua terdakwa dijerat pidana Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHPidana (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *