HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Dugaan Perkara Penipuan Dengan terdakwa Abdul Latif Disidangkan



Kabar 24Jam.Com
Medan-Abdul Latief (54), warga Jalan Lembah Piang Raya Blok I, RT 11/09 Pondok Kelapa Jakarta Timur tinggal di Jalan Suryo, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, terdakwa kasus penipuan di sidangkan di Ruang Cakra 6 PN Medan Rabu (13/4) sore, 

JPU Febrina Sebayang dalam dakwaannya menguraikan, saat saksi korban Tatarjo berniat untuk menjual tanah dan bangunan miliknya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur.

Selain itu dalam dakwaannya  Febrina Sebayang, juga mengatakan, kasusnya bermula saat saksi korban Tatarjo berniat untuk menjual tanah dan bangunan miliknya di Jalan Perintis Kemerdaan Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur. Malalui Siswanto Thio dan Asen, saksi korban akhirnya diperkenalkan dengan terdakwa yang mengaku profesional dalam mengelola perhotelan. 

Terdakwa Abdul Latief kemudian mengutarakan niatnya untuk menyewa tanah dan bangunan milik saksi korban. Selanjutnya terjadi pertemuan dan perbincangan antara saksi korban dan terdakwa membahas tentang sewa tanah di kantor usaha Siswanto Tio pada 2017 silam.

Dalam pertemuan itu, terdakwa meyakinkan kepada saksi korban bahwa ia memiliki usaha perhotelan, mempunyai jual beli permata dan tabungan di Swiss hingga keuntungan miliaran rupiah. Saksi korban mulai tertarik oleh rayuan terdakwa, hingga menyatakan sistem persewaan kepada terdakwa. 

"Setelah pertemuan tersebut, selanjutnya Tatarjo Angkasa dengan terdakwa membuat kesepakatan sewa-menyewa tanah dan bangunan di Kantor Notaris dalam suatu perjanjian sewa menyewa Nomor 2 tanggal 2 Agustus 2017," ungkap Jaksa. 

Disepakatilah dalam isi perjanjian kontrak selama 8 tahun, terhitung 2017 hingga 2025 yang dilakukan dengan 8 tahap pembayaran. Terdakwa Abdul Latief selanjutnya melakukan pembayaran sewa bulan pertama Juli 2017 sebesar Rp200 juta. Hingga bulan keenam terdakwa masih lancar membayar sewa dengan jumlah bervariasi. 

"Namun setelah itu, Abdul Latief tidak lagi ada membayar uang sewa kepada Tatarjo dengan alasan tagihan konsumen belum banyak ditagih," kata Jaksa. 

Setelah terdakwa tidak pernah lagi membayar uang sewa tanah dan bangunan sejak Januari 2018, sampai dengan laporan ini dibuat pada Desember 2018, saksi korban mengalami kerugian sebesar Rp4,5 miliar. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 378 KUHPidana," pungkas Jaksa. 

Usai pembacaan dakwaan, penasihat hukum terdakwa langsung mengajukan eksepsi. Majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, akhirnya menunda sidang hingga Kamis (16/4) ini, dengan agenda eksepsi.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *