HEADLINE NEWS

Kategori

Pasca Merebaknya Virus Corona (Covid-19), JPU Ngantre Sidang Takut Masa Penahanan Berakhir

                

Kabar24.Jam.Com
Medan-Pasca merebaknya Virus Corona (Covid-19) secara global tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, perdagangan dan ekonomi, yang nyaris anjelok,tapi tenyata juga bedampak pada persidangan di PN Klas-IA Khusus Medan.

Pasalnya dari pantauan wartawan di Ruang Cakra 8, Kamis (23/4) tampak beberapa  persidangan terjebak antrian panjang, hal itu juga dibuktikan dengan beberapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) ada yang duduk di sisi kanan majelis hakim dan bangku pengunjung sidang. Sebagian lagi terpaksa harus berdiri.

Namun walaupun begitu Mejelis
Hakim yang diketuai Saidin Bagaring tak kalah gesitnya setelah persidangan dibuka, beberapa kasus langsung ditangani dengan baik dan tetap mengedepankan himbauan orang pertama di PN Medan Sutio Jumagi Akhirno memang sudah menerapkan persidangan secara teleconference (online) menyusul adanya kebijakan social dan physical distancing.

Sedangkan untuk persidangan perkara-perkara tindak pidana umum dan khusus. Para terdakwa yang menjalani sidang tetap berada di  lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Untuk persidangan ini kita prioritaskan terlebih dahulu yang masa penahanan terdakwa hampir habis, kita tetap tenang jangan kita seperti berlomba-lomba," ucap Saidin Bagariang dengan nada tenang
berusaha menenangkan situasi.

Dari persidang itu terdakwa Erni Yusnita (32), warga Jalan Bunga Cempaka Gang Persatuan, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Majelis Hakim Ketua Saidin Bagariang hanya membacakan pokok amar putusan.

Erni divonis pidana tujuh tahun penjara subsidair enam bulan kurungan. Dari fakta terungkap di persidangan, terdakwa diyakini terbukti bersalah menjadi kurir narkotika Golongan I jenis sabu dan daun ganja kering.

Barang buktinya 17 bungkus narkotika jenis shabu dan 1 dompet warna biru berisi 1 bungkus plastik klip berisi narkotika jenis ganja. Serta tiga timbangan elektrik. Dengan lesu terdakwa kemudian menyatakan menerima vonis yang baru dibacakan majelis hakim.

Selanjutnya sidang atas nama terdakwa A Rivaldi. JPU dalam materi tuntutannya pada intinya menyatakan agar majelis hakim nantinya menghukum terdakwa pidana dau tahun dan enam bulan penjara.

Usai beberapa kasus yang masa penahannaya hampir habis selesai disidangkan, kemudian  Majelis Hakim Saidin dengan penuntut umum kembali menyidangkan terdakwa dengan kasus berbeda. Akhirnya persidangan tersebutpun selesai (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *