HEADLINE NEWS

Tak Patuhi Maklumat Kapolri, Polsek Patumbak Razia Cafe & Lapo Tuak.




Kabar24Jam.Com
Medan-Keganasan Virus Corona agaknya tak bisa lagi dianggap remeh. Pasalnya angka penderita yang terinfeksi virus Covid-19 inipun terus meningkat. Sementara itu, polisi terus memberikan peringatan kepada pelaku usaha untuk mematuhi Maklumat Kapolri agar menutup tempat usahanya, sehingga tidak lagi dikunjungi oleh warga.

Namun dari pantauan awak media ini yang ikut bersama petugas kepolisian melakukan razia sejumlah Cafe remang-remang dan lapo tuak yang berada diwilayah hukum Polsek Patumbak masih tampak buka dan terkesan tidak menghiraukan Maklumat Kapolri.

Dari sejumlah Cafe remang-remang tersebut petugas kepolisian yang melakukan razia pada Minggu (05/04) dini hari itu mendapati sejumlah penikmat minuman keras (miras) lagi duduk santai menikmati minuman memabukkan ditempat-tempat yang memang telah di sediakan oleh pemilik cafe dan lapo tuak.

Bahkan hebatnya lagi, saat petugas kepolisian dari Sektor Patumbak datang ke Cafe yang dikenal dengan julukan Cafe Beringin di jalan Dame Pasar 4 Desa Marindal 2 Kecamatan Patumbak para penikmat minuman keras (miras) itu terlihat acuh tak menghiraukan kedatang polisi.

Memelihat hal itu, petugas kepolisan
Sektor Patumbak yang dipimpin Kanit Sabhara (Perwira Pawas) Polsek Patumbak Ipda EH Manik bersama Team Anti Bandit (Tekab) langsung bertindak humanis meminta para warga membubarkan diri untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Setelah berhasil membubarkan warga yang ada di Cafe Beringin, selanjutnya petugas kembali mendapat infomasi, kalau di salah satu Cafe yang tak jauh dari Cafe Beringin, yakni Cafe Nagaya juga tetap membuka usahanya.

Hanya saja kedatangan petugas kepolisian ke Cafe Nagaya ini tidak menemukan sejumlah pengunjung yang berkumpul, karna didalam Cafe Nagaya ini terlihat gelap.

Namun dari pantauan kru koran ini, terlihat beberapa orang pengunjung tergesa-gesa keluar dari dalam Cafe Nagaya menuju lapangan parkir mobil dan langsung meninggalkan lokasi

Selanjutnya dari Cafe Nagaya, polisi kembali bergerak menju Lapo tuak yang masih berada di Jalan Dame tak jauh dari Jambatan Jalan Tol. Dari lokasi ini polisi menemukan tiga tempat Lapo tuak yang masih tetap buka dengan pengunjung di perkirakan puluhan orang.

Ditiga lokasi lapo tuak ini,
sebagian  pengunjung yang melihat kedatangan polisi langsung berlarian dan sebagian lainnya dengan sekarela membubarkan diri, dan berjanji tidak akan berkumpul lagi.

"Ya pak kami tidak akan berkumpul seperti ini lagi, nanti kalau kami mau minum tuak pakai plastik dibawa pulang kerumah aja," kata beberapa orang penikmat minuman tradisional tuak, setelah polisi memberi arahan terkait bahaya penyebaran virus Carona (Covid-19) yang berpotensi untuk tertular dan menularkan.

Berikutnya petugas kepolisian kembali bergerak menuju Hongkong Cafe di
Jalan Oma Deli tak jauh dari Gedung Mapolda Sumatera Utara Hongkong. Cafe ini yang juga tak mengindahkan Maklumat Kapolri, dan tetap membuka usahanya.

Mengetahui hal ini, lagi-lagi polisi  kembali memberikan peringatan kepada pemilik usaha untuk mematuhi keputusan pemerintah. Polisi meminta agar para pemilik usaha menutup tempat usahanya, dan pengunjung diminta membubarkan diri 

"Ada beberapa lokasi cafe
remang-remang dan lapo tuak yang masih beroperasi dan dijadikan tempat nongkrong, langsung kita datangi dan pengunjungnya kita bubarkan. Kita juga meminta agar para pemilik usaha menutup tempat usahanya sehingga
tidak lagi dikunjungi oleh warga,"
ungkap Kanit Sabhara (Perwira Pawas)
Polsek Patumbak Ipda EH Manik pada kru Media Minggu (05/04) dini hari.

Dikatakannya, padahal sebelumnya himbauan agar tutup dan tetap di rumah sudah disampaikan, namun tetap masih ada juga Cafe remang-remang dan lopo tuak yang buka.

"Langkah ini, merupakan salah satu cara pihak kepolisian untuk melaku
kan pencegahan penyebaran virus corona. Dia meminta agar masyarakat mengikuti imbauan pemerintah, karna kita telah sama-sama paham kalau bahaya penyebaran virus Carona (Covid-19) ini berpotensi untuk tertular dan menularkan,"pungkasnya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *