HEADLINE NEWS

Nunggu Bus di Simpang Amplas, 2 Orang Pria Dibajak Preman, Wajah Dipukul, Leher Ditempel Gunting, Hape Dirampas.


Kabar 24Jam.Com
Senin 06/04/2020
Medan-Lima orang pria diduga pelaku kejahatan, membajak Dua orang pria yang tengah menunggu Bus tujauan Pekan Baru di Jalan SM Raja Simpang Amplas Medan Sabtu (04/04) sekira Jam 14.00 Wib

Informasi dihimpun menyebutkan ke Lima pelaku adalah para preman sekaligus calo liar yang setiap hari mangkal di tempat pemberhentian bus tujuan luar kota itu memepet dan menarik-narik dan memaksa serta meminta dan mematokkan sejumlah duit agar ongkos korban mereka yang membayarkan ke pihak bus yang akan ditumpangi korban.

Namun karna korban tak bersedia, dengan mengatakan tak punya duit para premen dan calo liar itu terus memaksa. Anehnya karna korban mengaku tak punya duit, para preman dan colo liar itu menyuruh korban untuk pulang mengambil duit kerumah
korban.

"Para preman dan calo liar itu menyuruh ku pulang mengambil tambahan ongkos sesuai yang di patokkannya, dan bahkan seorang dari mereka mau mengantarkan aku ke rumah di Jalan Panglima Denai Komplek PIK," ujar M.Rafi (20) pada awak media ini di Mapolsek Patumbak Sabtu (04/04)Malam

Selanjutnya kata Rafi menjelaskan, ia lalu di bonceng mengunakan kereta oleh seorang preman itu untuk mengambil duit tambahan ongkos. 

Tapi sebelum berangkat, preman itu memberi syarat agar Gunawan tinggal dan juga hape miliknya (Rafi) juga harus ditinggalkan dan dipengang oleh Gunawan

Singkat cerita Rafi dan preman itu
pun berangkat dan sampai kerumah
nya, berselang beberapa menit ketika Rafi keluar dari rumahnya, praman dan calo liar yang janji mau nunggu tak ada lagi ditempatnya lagi.

Curiga dengan gelagat preman
itu,Rafipun memberitaukan kepada keluarganya, ternyata benar, setelah Rafi dan keluarganya sampai ke Simpang Amplas, Gunawan sudah tak ada lagi ditempat, begitu juga para preman dan colo liar tersebut. 

"Saat saya sampai ke Simpang Amplas Gunawan sudah tidak ada lagi dan begitu juga para preman dan ke lima orang calo liar itu,"jelas Rafi yang terlihat wawas dengan keadan Gunawan.

Dikatakan Rafi, setelah dicari sekitar Simpang Amplas, dan ditanya, kesana kemari Gunawan tak kunjung ditemu
ķan. Takut terjadi hal yang tak diingini terhadap Gunawan, Rafi dan keluarga
nya lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Patumbak.

Personil Tim Anti Bandit
(Tekab) Polsek Patumbak yang menerima laporan Rafi, langsung bergeges melaku penyelidikan, tak perlu berlama hanya dalam hitungan Jam sebaģian dari preman dan calo liar itu berhasil diciduk.

Sementara informasi terakhir
didapat kalau Gunawan telah di berangkatkan oleh para preman dan calo liar itu dengan bus Almahera jurusan Pekan Baru.

"Tadi dari hasil pemeriksaan
kedua terduga kalau Gunawan telah
di berangkatkan oleh para preman dan calo liar itu dengan bus Almahera jurusan Pekan Baru,"kata seorang keluarga korban yang mengaku bernama Mandai.

Mandai kembali menjelaskan,
kalau saat ini Gunawan telah di
ketahui berada di Kisaran dan sekarang lagi dijemput dan sebentar lagi akan sampai.

Setelah ditunggu Minggu (05/04)
sekira Jam 02.00.Wib Gunawan yang sebelumnya diduga telah disandra oleh ke lima para preman dan calo liar itupun tiba di Mapolsek Patumbak dengan selamat.

Sebelum masuk ke Mapolsek Patumbak untuk di mintai keterangan
Guwan menyempatkan diri bertemu keluarganya yang telah lama menggu kedatangannya.

Dari keterangan Gunawan, sebelum diberangkatkan ke Pekan Baru dengan menumpang bus Almahera, Gunawan terlebih dahulu dianiaya dan bahkan lehernya ditempel dengan menggunakan gunting mau tikam, jika tidak mau menuruti kemauan para preman dan calo liar tersebut.

Dalam keterangannya pria 19 tahun
(Gunawan) itu kembali menyebutkan kalau Hape Vivo S5 milik Rafi telah dirampas, setalah itu Gunawan di naikkan ke bus Almahera dan dikasih duit Rp50 ribu.

"Wajah ku di pukul,  leher ditempel  gunting, hape dirampas dan bahkan jika tidak mau menuruti kemauan para preman dan calo liar itu leher ku mau ditikam," bilang Gunawan yang mengaku sangat takut dengan ancama kelima orang preman dan calo liar yang mangkal di Simpang Amplas itu.

Kejadian itu sempat disaksikan warga, hanya saja warga tak berani bertindak karna diduga tak mau berusan dengan para preman dan colo liar yang ada di Simpang Amplas itu

"Karna takut, aku terpaksa pasrah,"
kata Gunawan sembari diajak masuk Gedung Mapolsek Patumbak.

Namun kabarnya Dua dari Lima terduga yang berhasil diringkus Tim Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak sedangkan yang lain masih dalam pengejaran,

Sedangkan pantauan terakhir hingga Jam 04.30 Wib korban terlihat belum keluar dari ruangan penyidik.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *