HEADLINE NEWS

Kategori

Terdakwa Rika, Ngaku Hanya Jambak Korban Dhea



Kabar 24Jam.Com
Rabu 11/03/2020
Medan-Sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap korban Rahma Dhea Saraswara yang dilakukan oleh anak prempuan mantan DPRD fraksi Demokrat Palar Nainggolan  bernama Rika Rosario Nainggolan (31) kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Ruang Cakra V, Rabu (11/03) sore

Pada sidang itu, terdakwa Rika Rosario Nainggolan (31) mengaku hanya menjambak Rahma Dhea Saraswara (korban) tanpa menendangnya. 

Namun, Dhea menyebut bahwa pengakuan terdakwa telah membentuk opini. Pasalnya, perbuatan putri dari Palar Nainggolan selaku mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini menyebabkan mata sebelah kiri Dhea terluka.

Hanya saja dari kursi kursi pesakitan, terdakwa Rika mengakui ada menjambak korban cukup lama. Namun, terdakwa membantah telah menendang korban.

Hal itu, menurutnya, lantaran ada ucapan korban yang menyinggung perasaan terdakwa. Perselisihan kedua wanita ini terjadi di Cafe dan Shoot The Traders, Jalan Pattimura, Medan.

"Saya terus menjambak korban cukup lama. Saya tidak merasa ada menendang. Tapi memang ada gerakan gerakan yang saya tidak sadar. Kemudian, Dedy (Matondang) memegang saya untuk melerai," ujarnya dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Batubara.

Sebelum melakukan penganiayaan terhadap korban, terdakwa mengakui telah berselisih terlebih dahulu dengan Dedy Matondang selaku mantan suami Rika. "Sebelum kejadian saya sudah berselisih sama mantan suami saya (Dedy). Setelah itu, korban datang dan saya tanya 'kamu siapa". Baru kami berselisih," ucap terdakwa.

Dua minggu setelah kejadian, terdakwa menuturkan telah membicarakan perdamaian dengan korban. Sayangnya, sambung terdakwa, kedua belah pihak tak mencapai kata sepakat.

 "Saya gak sanggup memenuhi permintaan korban. Seperti soal hak asuh anak diberikan kepada Dhea," ucap Rika seraya merasa bersalah dengan perbuatannya.

Terpisah, Rahma Dhea Saraswara yang diwawancarai wartawan menegaskan bahwa terdakwa telah berbohong dalam persidangan dan membentuk opini.

"Seluruh pengakuan terdakwa isinya adalah kebohongan yang terlalu membela diri dan malah berusaha membentuk opini semua pihak. Terdakwa sangat pandai bersilat lidah," tegasnya.

Korban menambahkan, bahwa terdakwa menerangkan hal-hal yang tidak objektif dalam kasus penganiayaan tersebut. Dhea juga membantah ada memukul terdakwa. 

"Saya tidak merasa ada memukul terdakwa. Saya justru tidak ada melakukan perlawanan sama sekali," bantahnya. Menurut Dhea, dirinya sampai saat ini belum pernah ada perdamaian dengan terdakwa (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *