HEADLINE NEWS

Praktek Penyuludupan Ayam Bangkok Melalui Pelabuhan Tikus Seruwai Puluhan Tahun Berjalan Mulus




Medan Kabar 24jam.com
Kamis.12/3/2020. 
     Praktek penyeludupan unggas Ayam
Bangkok masih terus berlangsung dan tidak terjamah hukum berjalan lebih selama 10 tahun di kawasan pelabuhan tikus
Seruwai Aceh Tamiang.

    "Pihak berwajib sudah seharusnya membersihkan kawasan ini dari praktek penyeludupan yang kerap terjadi dengan memanfaatkan perairan lalu lintas kapal warga.


     Termasuk praktek penyeludupan hewan Unggas Ayam Bangkok yang kemudian
diterbangkan melalui cargo di bandara Kualanamu Deliserdang," demikian Anwar Effendi Siregar, Ketua Forum Wartawan Hanukara Aptanta (FWHA) Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara
Indonesia (MKFMNI) Sumut kepada awak media Kamis (12/3)

     Berdasarkan pemantauan kami, kata Anwar, praktek penyeludupan Ayam Bangkok telah berlangsung selama lebih 10 tahun ini
dengan memanfaatkan oknum-oknum tertentu di lapangan. Karenanya selama
praktek berlangsung pihak pelaku penyeludup seakan tidak takut akan hukum.

    "Berdasarkan informasi relawan
di lapangan, aksi pengiriman hewan Unggas Ayam Bangkok yang dilakukan oknum berinisial SB berjalan mulus dengan 400 ekor diberangkatkan melalui bandara Kualanamu ke penadah di
Jakarta," katanya.


    Modus yang dilakukan sepanjang investigasi FWHA Sumut, Hewan
Unggas Ayam Bangkok dimuat di kawasan bangkok, Thailand. Kemudian melalui jalur darat menuju pelabuhan Satun di
Bangkok Selatan, selanjutnya menuju perairan Selat Malaka
dengan durasi perjalanan sekira 22 jam.

     Ketika mendekati perairan pantai Sumatera, muatan Ayam
Bangkok di sortir dengan kapal boat berukuran kecil hingga puluhan kapal. Kapal-kapal kecil ini yang kemudian memasuki pelabuhan tikus di Seruwai, Aceh Tamiang.

    "Hingga menggunakan jalan darat tiba di Kualanamu pun, praktek ini seolah lancar-lancar saja. Artinya ada indikasi
dugaan pemalsuan dokumen barang yang dilakukan untuk surat jalan dari aparat pemerintahan Dinas Peternakan Aceh Tamiang, kata Anwar Siregar.

   Anwar Siregar menyebut, praktek ini sangat meresahkan dan sudah berjalah puluhan tahun. Selain merugikan negara, hal ini juga membahayakan bagi pintu masuknya barang gelap serta
sulitnya memantau penyebaran wabah penyakit berbahaya serta narkoba.

   Sangat beresiko masuknya Virus Corona yang saat ini sangat berbahaya bagi dunia,  Anwar Siregar menyatakan prihatin atas wabah yang menjangkiti dunia hingga jatuhnya ribuan korban meninggal dunia.

     Indonesia mestinya lebih ketat memantau pintu masuk perbatasan melalui jalur laut yang terkesan lebih longgar.
Selain merugikan dari sisi ekonomi, hal ini juga membahayakan kedaulatan negara di batas teritorial. Meski pemerintah telah menugaskan aparat terkait untuk persoalan keamanan di batas teritori tersebut, hal ini bukan tidak mungkin adanya oknum yang bermain mata, sehingga praktek penyeludupan bisa terjadi
hingga puluhan tahun berlangsung.

    "Aparat terkait baik itu Polri & TNI ataupun petugas Bea dan cukai agar memberikan perhatian penuh dan komitmen dalam memberantas praktek penyeludupan. Kita ingin berdaulat secara
penuh di NKRI yang kita cintai ini," demikian Anwar Siregar.(red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *