HEADLINE NEWS

Polisi Harus Tindak Tegas Penyeludupan Ratusan Ayam Bangkok Antar Negara


Medan Kabar 24jam.com
Sabtu 14/03/2020.

   Aparat Polisi harus menindak tegas ratusan ayam bangkok dari Thailand ke Indonesia. Penyeludupan ayam bangkok dinilai sangat membahayakan masyarakat Indonesia, karena saat ini gencar - gencarnya melakukan pencegahan penularan corona Virus Diseasi ( COVID ).

    Demikian dikatak Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Derap Pembangunan RM Andre Widjojo melalui keterangan tertulis jumat 13/03/2020, praktek penyeludupan unggas ayam bangkok melalui kawasan pelabuhan tikus seruwai, Aceh Tamiang yang masih berlangsung, dan tidak terjamah hukum.

  " Kita mendesak Polisi diperbatasan untuk bertindak tegas menangkap dua pelaku utama FB dan MF yang sudah bertahun - tahun praktek penyeludupan hewan unggas ayam bangkok apa lagi sekarang ini kita gencar mencegah merebaknya virus corona dan jangan sampai ada lagi virus flu burung lagi," Kata Andre.

    Pihak berwajib sudah seharusnya membersihkan kawasan tersebut dari praktek penyeludupan dengan memanfaatkan perairan lalu lintas kapal warga. Termaksud praktek penyeludupan hewan unggas ayam bangkok yang kemudian diterbangkan melalui cargo di bandara kualanamu, Kabupaten Delisedang," kata Andre menambahkan.

    Andre menilai, penyeludupan ayam bangkok melanggar undang - undang sehingga kegiatan ini harus dihentikan

    Sementara itu, Presidium Indonesia Police Watch ( IPW ), Neta S Pane, menduga praktek penyeludupan ayam bangkok yang dibekingi oknum aparat.

  " Kita kan sedang gencar mencegah virus corona dan virus ini bisa menular dari hewan unggas, maka Aparat Kepolisian jangan lengah, Tangkap dan proses hukum pelaku penyeludupan," kata Neta.

    Bareskrim Polda Nangroe Aceh Darusalam, harus melakukan kegiatan pencegahan dan menindak tegas aparat yang diduga menjadi beking penyeludup ayam bangkok," kata Neta.

    Sebelumnya Ketua Forum Wartawan Hanukara Aptanta ( FWHA ) Majelis Kehormatan Forum Masyarakat Nusantara Indonesia ( MKFMNI ) Sumut, Anwar Effendi Siregar menyatakan berdasarkan pantauannya, penyeludupan ayam bangkok telah berlangsung sudah 10 tahun, dengan memanfaatkan oknum - oknum dilapangan.

   Karenanya selama ini praktek berlangsung pihak pelaku penyeludupan seakan tidak menemui kendala yang berarti. " Dua hari ini saja  kamis dan jumat berdasarkan info relawan di lapangan, aksi pengiriman 400 ekor hewan unggas ayam bangkok, yang dilakukan oknum berinisial SB berjalan mulus diberangkatkan melalui bandara kualanamu ke penadah di jakarta," kata Anwar.

    Modus yang dilakukan sepanjang Investigasi FWHA sumut, "kata anwar", ayam bangkok di muat dikawasan bangkok dan tahiland, kemudian melalui jalur darat  satun di bangkok selatan. Selanjutnya menuju perairan selat malak dengan durasi perjalanan sekitar 22 jam. ketika mendekati perairan pantai sumatera muatan ayam bangkok disortir dengan kapal boad berukuran kecil, hingga puluhan kapal, kapal - kapal kecil tersebut yang kemudian memasuki pelabuhan tikus seruwai, aceh tamiang.

  " Melalui jalan darat tiba di kualanamu pun, praktek ini lancar - lancar saja.
Artinya ada indikasi dugaan pemalsuan dokumen barang yang dilakukan untuk surat jalan dari aparat pemerintahan Dinas Peternakan Aceh Tamiang," kata Anwar.

    Anwar menyebutkan, praktek yang berjalan 10 tahun lebih, sangat merugikan sisi ekonomi negara, hal ini juga membahayakan bagi pintu masuknya barang - barang gelap, sulitnya memantau masuknya wabah penyakit virus corona yang saat ini sangat berbahaya bagi dunia dan perihatin atas jatuhnya ribuan korban meninggal dunia. Dan juga masuknya barang haram narkoba yang merusak generasi - generasi muda.

    Indonesia mestinya lebih ketat memantau pintu masuk perbatasan melalui jalur laut yang sangat terkesan longgar, hal ini juga membahayakan kedaulatan negara dibatas teritorial, meski pemerintah telah menugaskan aparat terkait untuk persoalan keamanan di batas teritorial tersebut, hal ini bukan tidak mungkinl adanya oknum yang bermain mata, sehingga praktek penyeludupan bisa terjadi hingga puluhan tahun berlangsung.

   " Aparat terkait baik itu POLRI dan TNI ataupun Bea dan Cukai agar memberikan perhatian penuh dan komitmen dalam membrantas praktek penyeludupan.
Kita ingin berdaulat secara penuh di NKRI yang kita cintai ini," demikian Anwar Siregar.(red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *