HEADLINE NEWS

Kategori

Mau Kabur ke LN, Bos LJ Hotel Ditangkap Imigrasi


Kabar 24Jam.Com
Rabu 11/03/2020
Medan-Delapan bulan berstatus DPO Polda Sumut, tersangka kasus penipuan dan penggelapan, Abdul Latif (54) pakai kemeja kotak-kotak kuning hitam akhirnya tertangkap di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta. Abdul Latif yang merupakan Bos LJ Hotel Medan ini, diamankan, pada 27 Februari 2020.

Informasi ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi wartawan pada, Rabu (11/3).

“Benar, saat ini pelaku langsung ditahan setelah diamankan oleh pihak Imigrasi saat hendak kabur keluar negeri,” ucap Tatan.

Saat ini lanjut Tatan, penyidik tengah berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk Tahap Dua penyerahan tersangka dan barang bukti.

Ditegaskannya kasus yang menjerat tersangka Abdul Latif sudah dinyatakan lengkap (P21) semenjak Agustus 2019 lalu sebelum tersangka dinyatakan masuk Dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Karena tersangka lari makanya kita terbitkan DPO,”ucapnya.

Sementara itu informasi didapatkan dari Kepala Seksi Pemeriksaan I Kantor Imigrasi Klas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Henry Dermawan Simatupang SH, Abdul Latif akan bertolak ke luar negeri menggunakan maskapai KLM Royal Dutch Airlines nomor penerbangan KL 810 tujuan Kuala Lumpur pukul 19.25 WIB.

Penangkapan ini setelah sebelumnya pihak imigrasi telah menerima Surat DPO Abdul Latif dengan Nomor DPO/R/100/VII/2019/Ditreskrimum
Poldasu, serta Surat Nomor
B/4115/VII/RES.1.11/2019/ Ditreskrimum Poldasu yang meminta bantuan pencegahan ke luar negeri terhadap Abdul Latif.

Untuk diketahui, Abdul Latief terjerat kasus penipuan dan penggelapan bermula dari sewa menyewa tanah dan bangunan milik korban,TA yang terletak di jalan Perintis Kemerdekaan No.17 A Medan. 

Abdul Latif telah menyewa tanah dan bangunan milik TA yang dijadikan sebagai usaha hotel yakni LJ Hotel Medan. Sewa Menyewa tersebut tertuang didalam akte perjanjian sewa menyewa Nomor 2 tanggal 02 Agustus 2018 yang dibuat dihadapan notaris Poeryanti Poedjiaty. 

Namun, selama perjanjian berlangsung, Tatarjo dirugikan karena Abdul Latif sampai saat ini menguasai tanah dan bangunan tanpa membayar sewa. Memang Abdul Latif ada memberikan Bilyet Giro yang setelah dikliringkan ternyata tidak dapat diuangkan.

Dalam kasus ini, anehnya TA selaku pemilik malah digugat ke Pengadilan Negeri Medan dengan dasar-dasar dan alasan-alasan gugatan yang tidak jelas.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *