HEADLINE NEWS

Mantan Kabid Dinsosnaker Pematang Siantar Dihukum 2,5 Tahun Penjara


Kabar24Jam.Com
Medan-Mantan Kepala Bidang (Kabid) Kesra Bansos Resos Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker) Kota Pematang Siantar, Chasils Pelawi alias CH Pelawi terdakwa kasus pengiriman
20 nama Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk mendapatkan bantuan hibah dari Dirjen Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos RI pada Tahun 2013divonis 2 Tahun dan 6 Bulan Penjara. 

Tak hanya itu, pada sidang yang berlangsung di Ruang Kartika, Pengadilan Negeri (PN) Medan kemarin sore selain hukuman penjara Pelawi juga dihukum membayar denda Rp50 Juta Subsidair 2 bulan serta uang pengganti 1 Tahun dan 3 Bulan Kurungan.

Ketua Majelis Hakim Tipikor, Irwan Effendi dalam amar putusannya menyebutkan bahwa terdakwa terbukti bersalah dengan mengirim 20 nama Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk mendapatkan bantuan hibah dari Dirjen Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kemensos RI pada Tahun 2013.

" 20 Kube yang dikirim terdakwa
 Chasils Pelawi alias CH Pelawi tidak termasuk dalam daftar penerima 75 Kube yang didata oleh Dinsosnaker Kota Pematang Siantar,"ucap Irwan Effendi.

Majelis hakim menyebutkan bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal UU No.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Dalam pertimbangan Majelis Hakim adapun yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi yang tentunya telah merugikan daerah yang seharusnya bantuan tersebut sampai kepada orang yang memerlukan.

Karena sebelumnya menuntut terdakwa dituntut selama 5 Tahun Penjara dan di mewajibkan membayar denda Rp 200juta subsidair 4 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 388 juta apabila tidak dapat membayar diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara 

Menanggapi putusan Majelis Hakim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dostom Hutabarat langaung menyatakan pikir-. Sementara itu hal yang sama juga disampaikan penasehat hukum terdakwa. 

Usai mendengar pernyataan sikap JPU dan PH terdakwa, kemudian Majelis Hakim menutup persidangan sembari mengetukkan palunya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *