HEADLINE NEWS

Kuatir Tertular Virus Carona (Covid-19) Saksi Dikarantina, Sidang Dzulmi Eldin Ditunda



Kabar 24Jam.Com
Medan-Kuatir tertular virus carona (Covid-19) sidang dugaan korupsi dengan terdakwa Wali Kota Medan nonaktif Dzulmi Eldin terpaksa ditunda hingga senin (6/4/2020) hal tersebut dikarenakan para saksi yang dihadirkan sedang dikarantina selama 14 hari.

Hal itu ungkapan Siswandono, Jaksa KPK, sembari menyebutkan kalau  sembilan saksi tidak dapat hadir dikarenakan sedang masa karantina terkait Virus Carona (Covid-19).

"Memohon kepada majelis hakim, untuk sidang pada hari ini untuk ditunda beberapa saat, dikarenakan Kesembilan saksi sedang masa karantina dirumah," ungkap Siswandono kepada Majelis Hakim Abdul Aziz diruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan, Kamis(26/3) siang.

Terkait penundaan sidang hanya karena menindak lanjuti para saksi saat ini yang sedang dalam masa ODP (Orang Dalam Pantauan), para saksi tersebut dikatakannya terdiri dari karyawan Pemerintah Kota Medan.

"Para saksi yang akan dihadirkan terdiri dari karyawan Pemko Medan yang saat ini sedang dalam pantauan (ODP) Dinas Kesehatan," jelas Jaksa KPK kepada Hakim.

Mendengar keterangan tersebut Hakim menyetujui dan menanyakan akan digelar berbarengan dengan sidang terdakwa Samsul Fitri yang akan digelar pada Senin mendatang.

"Jadi kita bareng saja dengan Samsul Fitri ya, kan itu bukan dari pihak Pemko nanti saksinya. Lagian saksi Samsul dan Dzulm Eldinkan sama," pinta Hakim.

Namun perdebatan tidak dapat dihindarkan, sebab pihak dari penasihat hukum terdakwa merasa keberatan dan meminta untuk ditunda hingga bulan Mei mendatang dengan alasan penyebaran Covid-19 sangatlah menjadi momok. 

Akan tetapi Hakim menyatakan akan terlalu terburu-buru, sebab dalam perkara Dzulmi Eldin masa tahanannya akan segera habis.

"Tidak bisa, karena ini masa tahanannya akan segera habis bila terlalu lama," jelas Majelis Hakim.

Hakim menyarankan akan melakukan sidang online untuk kedepan, agar menjaga hal yang mungkin dikuatirkan terkai wabah virus carona (Covid-19) ini.

"Bisa aja nanti kita kedepannya melakukan sidang online" ujar Hakim.

Mendengarkan hal tersebut, penasihat hukum melunak dan menghargai keputusan hakim.

Diluar persidangan, Siswandono enggan membeberkan Kedelapan saksi yang saat ini sedang dikarantina, menurutnya hal tersebut agar tidak menjadi kerisauan di masyarakat. Siswandono membeberkan hal tersebut dikarenakan terdapat satu orang petinggi Pemko Medan yang sudah PDP.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *