HEADLINE NEWS

Kategori

Jualkan 26 Hape Curian, Lubis Duduk Dikursi Pesakitan PN Medan


Kabar 24Jam.Com
Medan- Akibat menjualkan 26 unit
handphone hasil curian, Fandi Ahmad Lubis (25) warga Jalan Tarusan Dusun II Desa Bandar Setia Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang harus rela duduk di kursi pesakitan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan Senin (16/03) sore.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hentin Pasaribu di depan majelis hakim yang diketuai oleh Dominggus Silaban disebutkan kasus ini bermula pada bulan November 2019, Mashur Rahmad (DPO) memberikan 26 unit handphone kepada terdakwa untuk dijualkan.

"Handphone tersebut adalah milik saksi korban Kusuma Halim yang telah hilang dari tokonya di Jln Sakti Lubis No. 17-A Kel Sitirejo II, Kec Medan Kota," tutur jaksa.

Lalu, terdakwa menjualkan 10 unit handphone diantaranya merk Oppo A1K, Vivo Y91C, Xiaomi 7A, Realmi 5 dan Realmi C2 dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1,1 juta kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba.

Berselang beberapa waktu kemudian, terdakwa kembali menjual handphone hasil curian tersebut kapada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Transaksi dilakukan di Jln Seser, Medan.

"Handphone yang dijual merk Oppo A5 dengan harga Rp2,2 juta, Realmi C2 dengan harga Rp1,1 juta dan Vivo Y91C dengan harga Rp1,1 juta," jelas jaksa.

Lebih lanjut jaksa menjelaskan, terdakwa kembali menjual handphone curian itu kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Transaksi dilakukan di SPBU Jln AR. Hakim, Medan.

"Saat itu terdakwa menjual beberapa unit masing-masing merk Vivo Y12 dengan harga Rp1,6 juta dan Realmi C2 dengan harga Rp1,2 juta," beber jaksa.

Selang beberapa pekan kemudian, lanjut jaksa, terdakwa kembali menjual beberapa unit handphone hasil curian itu kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Diantaranya merk Oppo A1K, Vivo Y91C dengan harga per unitnya sebesar Rp1,1 juta

"Kemudian terdakwa ada juga menjualkan handphone hasil curian itu kepada saksi Zulkarnain yakni merk Realmi C2 seharga Rp1 juta dan kepada saksi Albertus Petrus Bali merk Realmi C2 3/32 seharga Rp1,3 juta," ungkap jaksa.

Jaksa mengatakan mashur Rahmad (DPO) menyuruh terdakwa untuk menjual handphone tersebut dengan harga yang sudah ditentukannya dan apabila handphone terjual maka terdakwa diberikan uang Rp50 ribu per unitnya dan uang tersebut telah habis terdakwa pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 ke-1 KUHPidana," tandas jaksa.

Usai persidangan terdakwa Fandi 
Ahmad Lubis saat ditanya wartawan mengaku tidak memahami barang yang dijualnya merupakan hasil curian

"Saya tidak tau kalau 26 unit handphone yang diberikan Mashur Rahmad (belum tertangkap DPO) kepada saya untuk dijualkan merupakan hasil curian, saya tidak tau bang kalau itu barang curian,"kata Fandi berkilah (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *