HEADLINE NEWS

Gerakan Pemuda Mahasiswa Sumatera Utara (GPM SU) dan Gerakan Aksi Mahasiswa Padang Lawas Utara (GAM Paluta) kembali aksi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi pembelian lahan Pemkab Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.


Medan. Kabar 24jam.com
Selasa. 3/3/2020
     Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPM) Sumut serta Gerakan Aksi Mahasiswa Padang lawas utara (GAM Paluta) tidak akan berhenti untuk melakukan aksi di Kejatisu sampai kasus ini benar-benar menemukan titik terang.

    Siddik Siregar selaku koordinator aksi mengatakan GPM SU dan GAM Paluta tidak akan berhenti melakukan aksi samapai kasus ini menemukan titik terang di Gedung Kejatisu, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kadis Perkim Paluta MH terkait pembelian lahan pemkab senilai 31 Milliar.

    "Kami akan terus melakukan aksi dan terus mempertanyakanya kepada Kejatisu soal perkembagan proses penangan kasus dugaan korupsi yang dilakukan pihak Kejatisu kepada kadis perkim paluta.Dan kami sedikitpun tidak akan diam dan berhenti melakukan aksi selagi kasus ini belum terselesikan oleh pihak kejatisu,"ucap Siddik.

     Aksi tersebut ditanggapi Asintel Kejatisu Andi Murji dan mengatakan bahwa tim yang turun ke paluta telah mengumpulkan beberapa tambahan data, kemudian minggu ini akan di lakukan lagi pemanggilan terhadap Kadis Perkim Paluta MH dan yang terlibat di dalam nya. ungkap Andi Murji Asintel

     Andi Murji juga menyampaikan titip salam dari kepala kejaksaan tinggi sumatera utara, bahwa kejaksaan serius dan memprioritaskan permasalahan lahan pemkab tersebut.Khusus kadis perkim, penjual dan tim apresial akan di panggil hari jum'at ini .terangnya

     Sebelumnya dalam menindaklanjuti laporan GPM Sumut dan GAM Paluta, pihak Kejatisu menyebutkan telah menurunkan tim jaksa ke areal lahan seluas 4 hektar yang berlokasi di Batang Baruar Jae, Kec. Padangbolak, Paluta yang dibeli MH seharga Rp3,1 miliar.

     Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengunjukrasa pernah diterima dan bertemu Asisten Intelijen (Asintel) Kejatisu, Andi Murji Machfud diruangkerjanya. Mulanya mereka disambut Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian, dan oleh Sumanggar memfasilitasi mereka bertemu Asintel.

     Kala itu Asintel menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan tim 4 jaksa ke Paluta, untuk melakukan pengecekan di lahan 4 hektar yang dibeli Dinas Perkim Paluta senilai Rp3,1 miliar.

     Dalam pertemuan itu, Asintel menjelaskan turunnya tim jaksa mengecek ke lapangan atau lahan, untuk melihat langsung lokasi sebagai tindaklanjut pemeriksaan terhadap MH selaku Kadis Perkim Paluta, Kabid Perkim Paluta, PPK, pemilik lahan dan penjual lahan.

     Penyelidikan ini atas laporan pengaduan dilakukan GPM Sumut dengan nomor 074/B5/LDK/GPM-SU/XI/2019 Tanggal 27 November 2019 ke Kejatisu, terkait dugaan korupsi Kadis Perkim Paluta, MH. (tim)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *