HEADLINE NEWS

Kategori

Empat Terdakwa Pencuri Uang Milik Pemprovsu Rp 1,6 Miliar Divonis 5 Tahun Penjara.


Kabar24Jam.Com
Selasa 03/03/2020
Medan-Empat terdakwa kasus pencurian uang milik Pemprovsu sebesar Rp1,6 miliar masing-masing divonis selama 5 tahun penjara oleh Majelis hakim diketuai Erintuah Damanik, di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/3).sore

Dalam amar putusannya, majelis hakim sependapat dengan Jaksa penuntut umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat yang menyatakan terdakwa sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHPidana. 

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Musa Hardianto Sihombing, Indra Haposan Nababan, Niko Demos Sihombing dan Niksar Sitorus masing-masing selama 5 tahun penjara," tegas Erintuah. 

Majelis hakim menganggap,
bahwa perbuatan para terdakwa dilakukan disaat jam shalat Ashar dimana saat itu umat muslim sedang melaksanakan shalat. Kemudian, para terdakwa menikmati hasil perbuatannya. 

"Sedangkan hal yang meringankan, para terdakwa bersikap sopan selama mengikuti persidangan dan tidak berbelit-belit memberikan keterangan," kata Erintuah. 

Atas putusan ini, baik para terdakwa dan JPU kompak menyatakan pikir-pikir. "Waktu kalian (terdakwa) pikir-pikir selama seminggu, bila lewat dari seminggu tidak ada jawaban, kami anggap menerima," pungkas Erintuah. 

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut Musa Hardianto Sihombing dan Indra Haposan Nababan selama 6,5 tahun penjara. Sedangkan Niko Demos Sihombing, dituntut selama 7 tahun penjara dan Niksar Sitorus dituntut dengan pidana 6 tahun penjara. 

"Meminta kepada mejelis hakim, menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHPidana," ucap Ramboo. 

Atas tuntutan itu, hakim Erintuah Damanik memberikan kesempatan para terdakwa untuk menyusun nota pembelaan, yang akan dibacakan pada sidang pekan depan. "Saudara diberi kesempatan menyusun nota pembelaan. Sidang ditunda hingga minggu depan," kata Erintuah menutup sidang.

Usai persidangan, Ramboo mengatakan bahwa tuntutan yang diberikan berbeda atas sejumlah pertimbangan. Salah satunya berkaitan soal peran masing-masing terdakwa dalam kasus tersebut, selain itu karena adanya status para terdakwa yang juga merupakan residivis.

"Untuk terdakwa yang dituntut 6 tahun 6 bulan penjara karena mereka berdua residivis. Tapi ternyata hakim mempunyai penilaian lain, ya kami pikir-pikirlah dulu," kata Ramboo.

Dalam dakwaan Jaksa, peristiwa raibnya uang Rp1,6 miliar itu terjadi pada 8 September 2019. Kejadian bermula saat Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhammad Aldi Budianto dan tenaga honorer Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Indrawan Ginting mengambil uang dari Bank Sumut.

Selanjutnya, uang disimpan di dalam mobil yang diparkir di halaman kantor gubernur. Aldi dan Indrawan kemudian kembali ke kantor dan meninggalkan uang di dalam mobil. Saat kembali, uang Rp1,6 miliar itu raib.

Kasus itu dilaporkan ke Polrestabes Medan. Pada Selasa (24/9), polisi mulai menemukan titik terang. Sepekan kemudian, Selasa (1/10), polisi menangkap empat pelaku pencurian uang Rp1,6 miliar tersebut. Sementara itu, masih ada dua pelaku buron (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *