HEADLINE NEWS

Dituntut 12 Tahun Penjara, Pemilik 1 Kg Sabu Terpelongoh


Kabar 24Jam.Com
Rabu 11/03/2020
Medan-Sarifuddin alias Cek Din (50), terdakwa kasus narkoba jenis sabu terpelongoh dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri Medan kemarin sore

Dalam tuntutannya Jaksa
Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan meminta kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik menyebutkan selain dituntut dengan hukuman 12 tahun penjara terdakwa juga dikenakan denda 1 Miliar subsider 6 bulan kurungan badan.

"Meminta kepada Majelis Hakim
 yang menangani perkara ini, agar  menghukum terdakwa Sarifudin alias Cek Din dengan 12 tahun penjara dengan denda 1 Miliar dan subsider 6 bulan kurungan badan karna terbukti memjadi kurir narkoba jenis sabu seberar 1 Kg ," sebut JPU Randi Tambunan kepada Majelis Hakim Erintuah Damanik

Menurut JPU, perbuatan terdakwa terbukti bersalah  melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang kepemilikan narkotika.

Sebelumnya diketahui dalam dakwaan Jaksa, perkara ini bermula bahwa pada tanggal 9 Oktober 2019, salah seorang saksi yang bernama Ahmad Firlana dari Polda Sumut melakukan penyamaran menghubungi terdakwa dan memesan narkotika jenis sabu sebanyak satu kilogram.

"Lalu terdakwa meminta Saksi datang ke rumahnya untuk mengambil barang sabu seberat satu kilogram tersebut, sekaligus meriksa uang transaksi seharga Rp 550 juta," ujar Randi.

Kemudian saksi Ahmad Firlana dan saksi Doclas L. Tobing datang ke rumah terdakwa, setelah bertemu dengan terdakwa, terdakwa mengecek dan melihat uang tersebut.

Setelah dirasa puas, terdakwa meninggalkan saksi Ahmad Firlana didalam kamar rumahnya untuk mengambil sabu.

"Kemudian, terdakwa menguhubungi Usop (DPO) yang berada Bireuen Aceh dan meminta untuk diambilkan sabu tersebut," ujarnya.

Setelah itu terdakwa bertemu dengan orang suruhan Usop lalu orang suruhan Usop  menyerahkan satu bungkus Narkotika jenis shabu yang dibungkus dengan plastik berwarna Hijau yang bertuliskan Chinese Pin Wei.

Kemudian terdakwa langsung mengambil bungkusan narkotika tersebut, dan mengeceknya secara bersama-sama. Lalu saat hendak diserahkan, karena dua saksi dan tim dari ditnarkoba menangkap Cek Din beserta barang bukti.

"Dari hasil penjualan tersebut, Cek Din mendapatkan upah senilai Rp 25 juta," pungkasnya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *