HEADLINE NEWS

Kategori

5 Terdakwa Penganiaya Anggota PP Dihukum 30 Tahun Penjara


Kabar 24Jam.Com
Selasa 17/03/2020
Medan-Lima terdakwa penganiyaan yang menyebabkan anggota PAC PP Medan Johor Syahdilla Hasan Affandi tewas dihukum masing-masing selama 6 tahun penjara, dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Irwan Effendi dalam persidangan yang berlangsung di Cakra1 Pengadilan Negeri, Selasa (17/03)sore

Kelima terdakwa adalah Irwansyah alias Iwan Bebek, Sutiyono alias Penong, M. Suheri Alfaris alias Harri Porter, Dedi Syahputra alias Tamil, dan Putra Riokardo alias Rio.

"Mengadili menyatakan kelima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 170 ayat (2) ke -3 KUHPidana dengan hukuman selama 6 tahun penjara," tegas majelis hakim yang diketuai Irwan Effendi di Ruang Cakra Utama PN Medan.

Dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan telah menghilangkan nyawa manusia. "Sedangkan hal yang meringankan pelaku mengakui perbuatannya," ungkap hakim.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Arta Sihombing dan Joice V Sinaga menyatakan pikir  karena sebelumnya menuntut masing-masing terdakwa selama 4 tahun penjara. Sedangkan Chandra salah seorang dari tim penasehat hukum terdakwa menyatakan banding atas putusan tersebut 

Usai mendengar putusan ini, para terdakwa langsung diamankan pihak keamanan ke ruangan tahanan sementara PN Medan.

Usai persidangan, Chandra Sigalingging dari LBH IPK selaku penasehat hukum kelima terdakwa mengaku kecewa atas putusan tersebut karena hukuman yang diberikan naik dari tuntutan JPU yang sebelumnya hanya menuntut kelima terdakwa masing-masing hukuman 4 tahun penjara.

"Makanya kita pikir-pikir dulu atas vonis hakim ini apalagi diberikan waktu satu minggu ini untuk langkah apa yang akan kita lakukan," katanya singkat.

Sementara dari amatan wartawan, pihak kepolisian melakukan pengamanan super ketat dengan memblokade jalan di depan Gedung Pengadilan Negeri Medan. 

Bahkan tak sampai diluar saja, sejumlah awak media yang biasa berdiri disamping Cakra 1 diharuskan masuk ke dalam ruang sidang karena untuk sterilisasi persidangan.

Tampak seorang perwira pertama yang bertugas di Polrestabes Medan, AKP Lili Lubis bersama belasan polisi meminta agar awak media menjauh dari pintu samping Cakra 1.

"Mohon pergertiannya ya, kalau mau meliput di dalam saja. Tolong ya, kawan-kawan media demi ke kondusifan,"ucapnya (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *