HEADLINE NEWS

Kategori

Virus Corona 'Telan' 362 Nyawa, Jumlah Pasien Sembuh Justru Jadi Sorotan


Kabar24Jam.Com- Wabah virus Corona masih menjadi bahasan panas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya virus yang masih berkerabat dekat dengan penyebab SARS serta MERS itu telah menyebar ke setidaknya 27 negara.

Informasi terbaru menyebut nyaris 20 ribu orang terinfeksi virus tersebut, tepatnya 17.387 kasus telah dikonfirmasi. Sebanyak 2.298 diantaranya berada dalam kondisi kritis.

Sedangkan sebanyak 362 jiwa pun dilaporkan melayang akibat terinfeksi virus ini. Informasi tersebut dihimpun dari situs worldometers.info yang baru saja diperbarui pada Senin (3/2) pukul 09.00 WIB.

Namun ada yang lebih menarik perhatian publik dari data tersebut. Pasalnya kendati virus Corona sudah "menelan" 362 jiwa, ternyata total pasien yang berhasil disembuhkan mencapai 486 orang.

Tiongkok sendiri mengklaim 475 pasien terinfeksi virus Corona telah berhasil disembuhkan. Sedangkan negara lain seperti Thailand, Australia, Vietnam, dan Sri Lanka menyumbang angka untuk jumlah pasien terinfeksi Corona yang berhasil sembuh.

Tentu angka ini sangat mencuri perhatian lantaran sampai sekarang peneliti di Tiongkok masih "mengebut" untuk menemukan vaksin penangkal virus Corona. Namun paramedis Thailand mengklaim telah menemukan langkah untuk mengatasi virus tersebut dalam jangka waktu 48 jam.

Rupanya paramedis Thailand menempuh langkah serupa seperti yang dilakukan di Tiongkok. Dilansir dari Khasod English, tim dokter Thailand menggunakan kombinasi pengobatan anti-HIV dan flu. Mengejutkannya, 48 jam kemudian pasien itu sudah dinyatakan bebas dari virus Corona.

"Pasien diperiksa 48 jam kemudian dan dinyatakan negatif (bebas virus Corona)," ujar ahli paru-paru Rumah Sakit Rajavithi, Kriangsak Atipornwanich, dilansir pada Senin (3/2). "Hasil pemeriksaan sudah diperiksa ulang dan dikonfirmasi di RS Chulalongkorn dan Departemen Ilmu Kesehatan."

Kombinasi senyawa yang digunakan merupakan Ritonavir dan Lopinavir. Namun demikian, paramedis juga menegaskan bahwa pengobatan ini tak selalu berhasil pada semua kasus.

"Kami tetap bergantung pada perawatan konvensional. Namun bila pasien dalam kondisi serius, kami akan menerapkan metode pengobatan RS Rajavithi," jelas otoritas Departemen Ilmu Kesehatan, Somsak Akkslip. "Kami akan terus mengumpulkan data dan membagikannya ke ranah internasional."

 SUMBER: Wowkeren.com

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *