HEADLINE NEWS

Kategori

Tiga Mantan Kacab PDAM Deliserdang Divonis 2 Tahun Penjara, Dua Kabag Keuangan 1,5 Tahun


Kabar 24Jam.Com
Selasa 04/02/2020
Medan-Achmad Askari, bersama kedua rekannya yakni Bambang Kurnianto  dan Pahmiuddin yang sama-sama selaku mantan Kepala Cabang (Kacab) PDAM Tirtanadi Deliserdang

masing-masing terpelongoh divonis pidana 2 tahun penjara, dalam sidang yang berlangsung di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (3/2) sore.

Majelis Hakim diketuai Azwardi dalam amar putusannya menyebutlan ketiga terdakwa terbukti bersala telah melakukan korupsi kegiatan operasional yang menyebabkan kerugian keuangan negara senilai Rp10,9 miliar.

Enaknya meski dinyatakan terbukti bersalah, namun majelis hakim diketuai Azwardi tidak membebankan untuk membayar uang pengganti terhadap ketiga terdakwa.

Sebab dalam fakta di persidangan, para terdakwa tidak terbukti menguntungkan diri sendiri, namun  yang diuntungkan mantan Kabag Keuangan Zainal Sinulingga yang masih berstatus DPO.

Sementara ditempat yang sama dua terdakwa lainnya Lian Syahrul dan Mustafa Lubis, selaku Kabag Keuangan PDAM Tirtanadi Deliserdang (periode berbeda) divonis lebih rendah yakni masing-masing pidana 1,5 tahun penjara.

"Terdakwa diancam pidana Pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 diubah dengan  UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," urai majelis hakim.

Kelima terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp50 juta subsider. "Bila tidak dibayarkan maka akan diganti dengan hukuman dua bulan kurungan," kata majelis hakim.

Para terdakwa dinila telah lalai melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sehingga kas PDAM Tirtanadi Deliserdang bobol sebesar Rp10,9 Miliar.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU Agusta Kanin. Pada persidangan sebelumnya ketiga mantan Kacab PDAM tirtanadi Deliserdang dituntut pidana masing-masing 3 tahun. Sedangkan kedua mantan Kabag Keuangan Lian Syahrul dan Mustafa Lubis dituntut pidana masing-masing 2 tahun penjara.

Menyikapi vonis tersebut, baik tim JPU saat itu maupun penasihat hukum para terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Diketahui sebelumnya korupsi di Tirtanadi Cab. Deliserdang,  terjadi pada kurun waktu 2015-2018. PDAM Tirtanadi Deliserdang mencairkan beberapa cek untuk kegiatan operasionalnya, dan berdasarkan dari fakta-fakta  pemeriksaan, dtemukan jumlahnya melebihi dari cek yang diusulkan.

Biaya operasional tersebut diantaranya digunakan untuk uang makan, uang lembur, uang kacamata, uang penggantian gigi, dan biaya lainnya. Namun ternyata, dalam pelaksanaannya terjadi penggelembungan harga.

Kerugian negaranya variatif, tergantung masa jabatannya, mulai dari Rp200 juta sampai Rp4 miliar, sehingga dari kerugian total dari  januari 2015 sampai April 2018 lebih kurang Rp10,9 miliar. (Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *