HEADLINE NEWS

Suap Bupati Pakpak Bharat non-Aktif Terdakwa Minta Keringanan Hukuman,


Kabar24Jam.Com
Senin 03/02/2020
Medan-Tiga terdakwa kasus
dugaan suap Bupati Pakpak
Bharat nonaktif Remigo Yolando
Berutu, meminta agar majelis
hakim yang diketuai Aswardi Idris untuk menjatuh kanvonis seringan-
ringannya. Permohonan itu langsung disampaikan oleh terdakwa di Ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan,Senin (03/02) siang

Adapun ketiga terdakwa tersebut masing-masing adalah Anwar Fuseng Padang, selaku rekanan (Wakil Direktur CV Wendy), Dilon Bancin (PT Alahta) dan Gugung Banurea, selaku ASN di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat.

Pada sidang itu, terpantau seorang terdakwa Anwar Fuseng Padang, selaku rekanan (Wakil Direktur CV Wendy) sempat menangis terseduh saat pembacaan nota pembelaan (pledoi) 

"Saya sangat menyesal Yang
Mulia. Kiranya nanti Yang Mulia memberikan putusan seadil-adilnya. Saya masih memiliki tanggungan anak dan istri. Jangan hukum saya. Tapi adili saya Yang Mulia," ucap Anwar Fuseng Padang dengan suara parau sambil menangis

Sedangkan terdakwa lain yang juga
tersandung perkara suap yakni Dilon Bancin (PT Alahta) dan Gugung Banurea, selaku ASN di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat dalam pembelaannya (pledoi) atas diri mereka masing-masing, melalui penasehat hukummya memohon agar majelis hakim menjatuhkan vonis seringan-ringannya.

Selain itu, Kedua terdakwa juga mengakui dan menyesali perbuatannya. Dan kepada Majelis Hakim kedua terdakwa juga menyampaikan masing-masing memiliki tanggungan untuk menafkahi anak istri.

Usai mendengar nota pembelaan masing-masing terdakwa, sebelum Majelis Hakim diketuai Aswardi Idris mengetukkan palumyan, Majelis Hakim langsung menanyakan apakah tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada persidangan pekan, 

Menjawab pertanyaan Majelis Hakim Jaksa KPK Dormian menyatakan, tetap pada tuntutan menghukum  masing-masing 2 tahun penjara dan membayar denda Rp100 juta. Subsidair bila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana 6 bulan kurungan, selanjutnya Majelis Hakim mengetukkan palunya.

Terpisah Amru Sinaga saat
ditemui usai sidang kepada wartawan menyampaikan kalau kedua terdakwa dalam perkara ini tidak berdaya menolak permintaan sang Bupati di masa itu. "Jadi klien kami tidak berdaya bila menolak permintaan Pak Bupati di masa itu," ucap M Amru Sinaga saat ditemui wartawan usai sidang.

Diketahui sebelumnya, Tim Jaksa KPK berkeyakinan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 5 Ayat (1) Huruf a dan Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, telah memenuhi unsur.

Anwar Fuseng (Wadir CV Wendy), terdakwa penyuap Bupati Pakpak Bharat nonaktif Remigo Yolando Berutu Rp300 juta untuk mendapatkan paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat berupa pengaspalan Jalan Wisata Lae Mbilulu (Traju-Sumbul-Lae Mbilulu) dengan pagu anggaran sebesar Rp2 miliar.

Sedangkan terdakwa rekanan
dari PT Alahta, Dilon Bancin dan ASN Gugung Banurea ikut menanamkan investasi di (PT Alahta-red) memberikan uang suap sebesar Rp720 juta kepada bupati untuk memenangkan tender sekaligus mengerjakan Proyek Peningkatan, Pengaspalan Jalan Simpang Singgabur Namuseng dengan nilai proyek Rp5.193.201.000(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *