HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Pencemaran Nama Baik, Terdakwa Bantah Kesaksian Korban, Hakim Heran Suami Korban Disuruh Belikan Tas


Kabar 24Jam.Com
Rabu 19/02/2020
Medan-Fitriani Manurung Korban Pencemaran nama baik yang di Tags dalam akun Instagram milik terdakwa Febi Nur Amelia membenarkan bahwa pada tanggal 12 Desember 2016, adanya transferan yang masuk ke rekeningnya suaminya Kombes Pol IL sebanyak dua kali masing-masing Rp50 juta dan Rp20 juta dengan total Rp70 Juta. 

Hal ini disampaikan Fitriani Manurung dalam keterangan sebagai saksi korban dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sriwahyuni Batubara, yang juga dihadiri Penuntut Umum Kejatisu, Randi Tambunan serta terdakwa Febi dan penasehat hukumnya,di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan Selasa (18/02)sore

Dalam persidangan itu, Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara mencerca saksi korban Fitriani Manurung mengenai utang dan bukti transfer uang sebesar Rp70 juta yang masuk ke rekening suami Fitriani Manurung. 

"Kamu jujur ya, soalnya sudah disumpah. Kamu ada enggak utang sama terdakwa sebesar Rp70 juta," tanya hakim kepada saksi korban. 

"Tidak ada buk hakim, saya tidak punya utang kepada terdakwa," jawab saksi korban Fitriani Manurung. 

Setelah itu hakim bertanya tentang bukti transfer Rp70 juta yang masuk ke rekening suaminya. "Jadi bukti transfer Rp70 juta itu apa," tanya Majelis Hakim. Mendengar pertanyaan Majelis Hakim saksi korban sempat gugup seraya menjawab

"Saya gak tau buk hakim, tapi memang ada bukti transfer ke rekening suami saya," Bilang  saksi mengakuinya

Mendengar jawaban saksi seperti itu, membuat Majelis hakim heran. "kok anda bisa enggak tau, apa anda enggak pernah menanyakan itu kepada suami anda," tanya hakim lagi

"Pernah buk Hakim, tapi kata suami saya, suami Febi nyuruh suami saya untuk belikan tas, mereknya chennel seharga Rp68 juta dan sudah di belikan," kata saksi korban  

Usai mendengar saksi yang menyebutkan kalau suami terdakwa menyuruh suaminya korban membelikan tas, Majelis Hakim langsung terkejut dan merasa heran

"Bagaimana mungkin seorang Polisi berpangkat Kombes disuruh belikan tas. Suami anda itu Kombes masak disuruh belikan tas, kan enggak mungkin itu. Cobak anda ceritakan bagaimana ceritanya seorang Kombes disuruh untuk beli tas," tegas hakim menanyakan kepada saksi korban

"Saya gak tau buk hakim, suami saya hanya bilang ini urusan laki-laki, jadi saya enggak ikut campur" kila saksi korban.

Mendengar pengakuan saksi korban Majelis Hakimpun merasa janggal dan keheranan, karna kesaksian Fitriani  mengatakan tidak mau ikut campur, padahal masalahnya sudah sampai ke tahap persidangan. 

"Rasanya aneh ya?, jika anda enggak ikut campur, anda ditagih utang, tapi anda bilang enggak mau ikut campur," cerca Majelis Jakim. 

Masih dalam persidangan, setelah mendengarkan kesaksian dari saksi korban, Majelis Hakim mempersilah
kan saksi untuk kembali ke bangkunya, dan melanjutkan dengan tanggapan terdakwa Febi Nur Amelia atas kesaksian yang baru saja diberikan. 

"Untuk terdakwa, apa bener semua yang dijelaskan saksi koban
Fitriani Manurung dalam kesaksianya barusan tadi," tanya Majelis Hakim kepada terdakwa. 

"Saya tidak pernah menerima tas chenel seharga Rp68 Juta dan juga tidak pernah menyuruh suaminya untuk membelikkan tas yang di katakan Fitriani Manurung buk Hakim," kata terdakwa Febi Nur Amelia bantah. 

Dikatakan terdakwa, anehnya, dalam keterangan saksi barusan yang mengatakan tidak memiliki utang. Namun, dalam keterangan terdakwa bahwa saksi pernah mengakui utangnya dan berjanji akan membayarnya.

"Saat saya jenguk suaminya sakit jantung saksi berkata sabar ya utangnya nanti tunggu tanah saya laku yang di Aceh," ungkap Febi menjelaskan pernyataan Fitriani Manurung.

Usai mendengar keterangan saksi korban dan keterangan terdakwa, Majelis Hakim menutup persidangan dan melanjutkannya hingga pekan depan. "Sidang kita tunda sampai pekan depan dengan agenda keterangan saksi dari Jaksa," tutup hakim sembari mengetukkan palunya.

Sebelumnya diketahui, Kasus ini berawal saat terdakwa Febi Nur Amelia menagih utang ilewat akun instagramnya dengan cuitan seperti ini,

 “Seketika teringat sama ibu KOMBES yang belum bayar hutang 70 jt tolong banget dong ibu dibayar hutangnya yang sudah bertahun tahun@FITRI_BAKHTIAR. AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang.”

Atas postingannya terdakwa diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *