HEADLINE NEWS

Kategori

Sidang Pencemaran Nama Baik, Hakim Anggota Bermain Hp, Ketua Majelis Larang Wartawan Ngeliput



Kabar24Jam.Com
Kamis 06/02/2020
Medan- Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti membiarkan hakim anggota bermain hand phone (HP) saat proses sidang pencemaran nama baik melalui Fb. Anehnya lagi saat wartawan meliput diancam tidak di boleh liputan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Pada hal saat itu, wartawan telah menggantungkan id card di leher. Namun Ahmad Sayuti bersikeras dan menegaskan id card harus yang berasal dari PN Medan. Sementara amatan media hakim anggota Saidin Bagariang asik bermain hand phone saat proses persidangan dibiarkan begitu saja.

"Mana id card mu, bukan itu yang dari depan. Besok kalau tidak ada id card saya suruh keluar," kata Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti dengan menghardik sejumlah wartawan, Rabu (5/2/2020) di Ruang Cakra IV.

Humas PN Medan Tengku Oyong yang di konfirmasi wartawan menyebutkan akan menanyakan persoalan tersebut kepada Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan.

"Barangkali saya nanti konfirmasi dulu, pada perinsipnya memang ada tertibnya. Di pengadilan ini kan mesti ada pengenal, mungkin barangkali dari media belum ada datanya masing-masing di sini nanti saya konfirmasi ke pimpinan," tutur Oyong yang juga hakim PN Medan.

Ia pun menuturkan akan membagikan id card karena ramainya orang mengunjungi pengadilan.

"Tapi intinya id nya akan tetap kita bagi, kita tak tahu orang ini apa kepentingan kemari," imbuhnya.

Ditanyakan, hakim anggota bermain hp saat jalannya persidangan namun ketua majelis hakim tidak melarangnya.

"Pada prinsipnya ngak boleh, menurut KHUP yang mengendalikan jalannya persidangan ketua majelis, ya kalau dia tahu metisnya harus ditegur, kalau dia ngak lihat ngak tahu lah. Seyogianya jangan saat sidang" jawab Humas Oyong.

Sementara itu, saat wartawan menemui securiti dibagian depan pintu PN Medan untuk meminta id card wartawan.

"Ngak ada lagi ketua," ujar securiti yang enggan menyebutkan namanya.

Sementera pada sidang beragendakan dakwaan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haslinda Hasan menerangakan bahwa kasus bermula  terdakwa Tangi Pahala Manalu memposting di Facebook (Fb) muatan penghinaan terhadap korban yang berbunyi.

"Saya mengutuk alam, bumi, pada Babiat Kadarusman Manalu. Begitu juga pada Babi Jalang Ritawati yang Batak palsu bukan Batak Asli (Sileban). Hati" pada kedua nama yang diatas, bisa" anda saudara"/i jadi Tumbal org dan bisa dibuat Santet lewat cairan yg disembunyikan di dalam buah dada dengan cara ke WC dan pura-pura minta air minum. Dan 4 org anaknya jadi korban, mamak Ritawati pun jadi korban dibuatnya," ucap JPU Haslinda membacakan nota dakwaan dihadapan Ketua Majelis Hakim Ahmad Sayuti.

Atas perbutan terdakwa, JPU Haslinda memdakwa Tangi Pahala Manalu dengan Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Mo 19 Tahun 2016 Perubahan atas UU RI no 11 thn 2008 tentang ITE.(Red)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *